BERITA UTAMA

Pemkab Agam Aktifkan 14 Posko Darurat Bencana Hidrometeorologi, 6.206 Warga Masih Mengungsi

1
×

Pemkab Agam Aktifkan 14 Posko Darurat Bencana Hidrometeorologi, 6.206 Warga Masih Mengungsi

Sebarkan artikel ini
POSKO DARURAT BENCANA— Pemkab Agam mengaktifkan sebanyak 14 posko darurat bencana hidrometeorologi di 13 kecamatan dalam membantu warga terdampak banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

AGAM,  METROPemerintah Kabupaten Agam mengaktifkan 14 posko darurat bencana hidrometeorologi yang tersebar di 13 kecamatan untuk membantu warga terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono, Senin (8/12), mengatakan bahwa posko darurat terdiri dari satu posko utama di Balairung Rumah Jabatan Bupati Agam dan 13 posko lapangan di kecamatan terdampak.

“Pos darurat ini kita dirikan sejak bencana melanda Agam pada Rabu (26/11),” ujarnya.

Posko lapangan berada di Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, Ampek Nagari, Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Matur, Palupuah, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Biaro, Ba­nu­hampu, dan Ampek Ko­to.

Setiap posko dikoordinir langsung oleh camat setempat untuk mempercepat penanggulangan ben­cana.

BPBD mencatat dampak yang ditimbulkan bencana ini sangat besar yaitu, 181 orang meninggal dunia, 76 orang hilang, 14 orang masih dirawat, 6.206 warga mengungsi, 6.525 warga masih terisolir, 377 rumah rusak ringan, 273 rumah rusak sedang, 728 rumah rusak berat.

Selain itu, tercatat: 26 jembatan rusak (9 telah diperbaiki), 37 titik jalan rusak, 11 tempat ibadah rusak, 108 fasilitas pendidikan rusak, 81 saluran irigasi rusak, 4 dam parit/embung rusak, 5 jalan usaha tani rusak, 4.894 ekor ternak mati, 1.754,11 hektar lahan pertanian rusak.

“Total kerugian akibat bencana mencapai Rp626,­07 miliar,” tegas Rahmat Lasmono.

6.206 Warga Masih Mengungsi

Hingga Minggu (7/12) pukul 20.00 WIB, sebanyak 6.206 jiwa masih bertahan di pengungsian, tersebar di lima kecamatan, Palembayan: 1.719 orang, Palupuah: 30 orang, Tanjung Raya: 3.595 orang, Ampek Koto: 245 orang, Matur: 253 orang.

Para pengungsi menempati sekolah, masjid, mushola, rumah kerabat, dan fasilitas lainnya. Sebelumnya jumlah pengungsi mencapai sekitar 15.300 orang, namun sebagian sudah kembali ke rumah setelah banjir surut.

Untuk pemenuhan kebutuhan pangan, 26 dapur umum telah didirikan di sejumlah titik berupa mobil dapur umum, tenda, maupun rumah warga. Kebutuhan logistik dipenuhi melalui dana belanja tidak terduga serta sumbangan dari berbagai pihak.

Sebanyak 6.525 warga masih terisolir karena akses menuju permukiman tertimbun material longsor, terutama di Kecamatan Palembayan, Palupuah, Ma­tur, dan Tanjung Raya.

BPBD mengerahkan 33 alat berat untuk mempercepat pembukaan akses sekaligus pencarian korban yang masih tertimbun. (pry)