BERITA UTAMA

Update Sementara Jumlah Korban Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumbar, Meninggal Dunia 234, Hilang 95, 113 Luka-Luka serta 24.049 Mengungsi, Pemprov Sumbar Perpanjang Masa Tanggap Darurat Hingga 22 Desember

0
×

Update Sementara Jumlah Korban Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumbar, Meninggal Dunia 234, Hilang 95, 113 Luka-Luka serta 24.049 Mengungsi, Pemprov Sumbar Perpanjang Masa Tanggap Darurat Hingga 22 Desember

Sebarkan artikel ini
Mahyeldi Ansharullah Gubernur Sumbar

PADANG, METROPemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pem­prov Sumbar) melalui Website Dashboard Satu Data Bencana kembali merilis data terbaru kor­ban bencana hidrometeo­rologi, per Senin (8/12) pukul 18.00 WIB.

Sekretaris Daerah Pro­vinsi Sumbar, Arry Yus­wandi mengungkap berdasarkan data yang dihimpun Posko Terpadu Keben­canaan Provinsi Sumbar, diketahui jumlah kabupaten/kota terdam­pak sebanyak 16, sedang­kan kecamatan terdampak ber­jumlah sebanyak 50 ke­camatan.

Sementara jumlah total masyarakat ter­dampak sebanyak 256.881 jiwa. Dari jumlah tersebut, me­ngung­si sebanyak 24.049 orang, luka-luka sebanyak 113 orang, dan 95 orang lainnya hilang, serta 234 orang meninggal dunia.

“Data tersebut ber­sum­ber dari laporan resmi kabupaten/kota terdampak dan masih bersifat sementara,” ungkap Sek­daprov Sumbar di Pa­dang, Senin (8/12).

Adapun rincian per ka­bu­paten/kotanya adalah sebagai berikut: Kota Pa­riaman, jumlah ma­sya­rakat terdampak sebanyak 7.662 jiwa. Tidak me­nim­bulkan korban luka, hi­lang, dan meninggal dunia.

Kota Payakumbuh, terdampak banjir tapi tidak menimbulkan korban luka, hilang, atau pun meninggal dunia.

Kota Bukittinggi, ma­sya­rakat terdampak sebanyak 68 jiwa, tapi tidak menimbulkan korban luka, hilang 3 orang, dan belum ada dilaporkan yang meninggal dunia.

Kota Padang Panjang, jumlah total masyarakat terdampak sebanyak 359 jiwa. Sebanyak  4 orang luka-luka, hilang 32 orang dan meninggal dunia sebanyak 17 orang.

Kota Solok, jumlah ma­syarakat terdampak sebanyak 9.375 jiwa, tapi tidak menimbulkan korban luka, hilang, atau pun meninggal dunia.

Kota Padang, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 27.153 jiwa, mengungsi sebanyak 1.764 orang. Sedangkan korban luka tercatat sebanyak 2 orang, korban hilang nihil, dan meninggal dunia sebanyak 11 orang.

Kabupaten Pasaman Barat, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 59.­959 jiwa, mengungsi sebanyak 4.789 jiwa. Sedangkan korban luka sebanyak 1 orang, hilang 3 orang, dan meninggal dunia 4 orang.

Kabupaten Solok Selatan, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 312 orang. Tapi tidak menimbulkan korban luka, hilang maupun meninggal dunia.

Kabupaten Kepulauan Mentawai, jumlah ma­sya­rakat terdampak 7.170 jiwa. Tapi tidak menimbulkan korban luka, hilang maupun meninggal dunia.

Kabupaten Pasaman, terdampak banjir tapi tidak menimbulkan korban.

Kabupaten Limapuluh Kota, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 1.388 jiwa, mengungsi sebanyak 554 orang. Dilaporkan, tidak menimbulkan korban luka, hilang maupun meninggal dunia.

Kabupaten Agam, jumlah masyarakat terdampak hampir disemua wila­yah, sebanyak 5.277 orang di antaranya mengungsi ketempat yang lebih aman. Sedangkan korban meninggal dunia diketahui sebanyak 151 orang dan 55 orang lainnya hilang.

Kabupaten Padang Pa­ria­man, jumlah ma­sya­rakat terdampak sebanyak 33.597 jiwa, mengungsi sebanyak 1.634 orang. Sedangkan jumlah korban luka-luka tercatat sebanyak 6 orang, korban hilang  1 orang dan meninggal dunia sebanyak 21 orang.

Kabupaten Tanah Datar, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 6.129 jiwa dan 6.137 di antaranya mengungsi ketempat yang lebih aman. Korban luka-luka sebanyak 4 orang, sedangkan korban hilang dan meninggal dunia dilaporkan nihil.

Kabupaten Solok, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 34.946 jiwa dan sebanyak 1.194 orang di antaranya mengungsi ketempat yang lebih aman. Korban luka-luka berjumlah sebanyak 96 orang, sedangkan korban hilang dan meninggal dunia dilaporkan nihil.

Kabupaten Pesisir Selatan, jumlah masyarakat ter­dampak sebanyak 67.­875 jiwa dan sebanyak 2.700 orang di antaranya me­ngung­si ketempat yang le­bih aman. Terdapat 1 korban hilang, sedangkan untuk korban luka dan meninggal dunia dilaporkan nihil.

Berdasarkan data ter­se­but, dapat kita ketahui dari 16 daerah terdampak, ada 3 daerah yang nihil kor­ban baik luka, hilang mau­pun meninggal dunia, yak­ni Ko­ta Payakumbuh, Ka­bupaten Pa­saman, dan Kabupaten Limapuluh Ko­ta.

“Korban terbanyak terdapat di Kabupaten Agam, sebanyak 151 orang meninggal dunia dan 55 lainnya hilang. Sejumlah masya­ra­kat di Kabupaten Agam juga kembali mengungsi akibat kembali turunnya hujan dengan intensitas sedang di daerah tersebut,” ungkap Sekdaprov Sumbar yang juga merupakan ex officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Da­erah Provinsi Sumbar.

Ia menegaskan, data akan terus diperbarui sesuai kondisi terbaru. Ma­sya­rakat juga dapat mengakses informasi sementara tentang dampak bencana hidrometeorologi me­la­lui Website https://dash­board­bencana.­sumbar­prov.­go.id/incident-region-detail/138f0b15-d4d8-41fa-a8ab-822550bfd9­f8?id_­daerah­=1371

“Data terbuka untuk umum dan akan diperbaharui petugas dua kali sehari,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, se­telah diadakan rapat, maka pada hari Senin (8/12) Pemprov Sumbar memutuskan untuk memperpanjang tang­­­gap darurat sampai tanggal 22 Desember.(fan)