METRO PESISIR

Pascamusibah Banjir dan Banjir Bandang, Bupati Ajak Warga Menjaga Jembatan Kampung Apa

0
×

Pascamusibah Banjir dan Banjir Bandang, Bupati Ajak Warga Menjaga Jembatan Kampung Apa

Sebarkan artikel ini
TERTIBKAN— Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis, mengeluarkan imbauan tegas kepada pengusaha dan pelaku usaha tambang agar menghentikan sementara aktivitas kendaraan berat melintasi Jembatan Kampung Apa. Jembatan ini menjadi satu-satunya akses vital bagi ribuan warga di lima nagari pasca bencana banjir dan longsor.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis, mengeluarkan imbauan tegas namun humanis kepada para pengusaha dan pelaku usaha tambang agar menghentikan sementara aktivitas kendaraan berat melintasi Jembatan Kampung Apa, karena saat ini menjadi satu-satunya akses vital bagi ribuan warga di lima nagari pasca bencana banjir dan longsor.

Dalam pernyataannya, kemarin,  Bupati Padangpaiaman menjelaskan bahwa jembatan tersebut kini berada dalam kondisi kritis. Struktur bawah dan atas jembatan mengalami degradasi akibat tekanan hidrodinamik banjir serta pergerakan tanah yang terjadi beberapa waktu lalu. “Daya dukung fondasi telah melampaui batas aman, sehingga setiap beban berat, terutama kendaraan tambang sangat berpotensi menjadi pemicu runtuhnya jembatan,” u­jarnya, kemarin.

“Setiap ton beban yang melintas adalah ancaman bagi nyawa dan kehidupan ribuan saudara kita yang sangat bergantung pada jembatan ini. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal kemanusiaan dan keselamatan bersama,” ujar Bupati saat tinjau lokasi bencana di Batang Anai.

Bupati menegaskan bah­­wa Jembatan Kampung Apa merupakan urat nadi aktivitas masyarakat. Jalur ini setiap hari digunakan anak-anak menuju se­ko­lah, warga mengakses kebutuhan pokok, serta menjadi jalur evakuasi jika bencana kembali terjadi.

Meski memahami kebutuhan dunia usaha, Bupati Padangpariaman menekankan bahwa kondisi luar biasa ini menuntut kebersamaan dan ke­pe­du­lian seluruh pihak.

“Saya sangat menghargai kontribusi para pe­laku usaha terhadap pe­rekonomian daerah. Namun di atas itu semua, ada tanggung jawab moral yang harus kita junjung tinggi. Marilah kita jadikan empati sebagai kompas usaha kita,” ujarnya.

Bupati mengajak para pengusaha tambang untuk mengambil langkah kon­kret seperti menahan sementara aktivitas kenda­raan berat, mencari jalur alternatif, atau menyesuaikan beban angkutan demi menjaga keselamatan bersama.

“Bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis yang menjaga hidup, bukan yang membahayakan ma­sya­rakat. Mari kita rawat jembatan ini bersama. Solida­ritas kita sebagai anak bangsa Padangpariaman lebih kuat daripada rintangan apa pun,” tambahnya.

Imbauan ini diakhiri dengan ajakan untuk me­ngedepankan kemanusia­an, kebersamaan, serta komitmen menjaga wa­risan keselamatan bagi generasi mendatang. “U­ntuk keselamatan bersama, untuk pemulihan yang berkelanjutan, dan untuk wa­risan keharmo­nisan yang kita tinggalkan untuk anak cucu,” tutup Bu­pa­ti.(efa)