METRO PADANG

UNP Dirikan Posko Bencana di Tanjung Raya Agam, Bersihkan Lumpur, Salurkan Bantuan hingga Layanan Konseling

0
×

UNP Dirikan Posko Bencana di Tanjung Raya Agam, Bersihkan Lumpur, Salurkan Bantuan hingga Layanan Konseling

Sebarkan artikel ini
UNP mendirikan Posko UNP Peduli Bencana di Nagari Bancah, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (5/12).

PADANG, METRO–Universitas Negeri Padang (UNP) mendirikan Posko UNP Peduli Bencana di Nagari Bancah, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (5/12).

Rektor UNP Krismadinata, Ph.D., melepas tim relawan di Lobi Rektorat unp sebelum diberangkatkan ke lokasi pada Jumat sore (5/12). Tim tiba di Tanjung Raya pada malam hari, dan posko langsung difungsikan sebagai pusat aktivitas bantuan.

Sampainya di lokasi, tim bergerak cepat melakukan peninjauan awal dan pendataan kebutuhan warga terdampak. Pada hari berikutnya, relawan mulai membersihkan lumpur dan material longsor yang menumpuk di rumah warga serta fasilitas umum di sekitar posko.

Krismadinata menyampaikan apresiasi dan pesan agar relawan tetap mengutamakan keselamatan. “Terima kasih atas kesediaan adik-adik semua menjadi relawan. Jaga diri di lapangan, patuhi aturan dan ikuti komando,” ujarnya.

Tim Relawan yang dikomandoi Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., melaksanakan pembersihan rumah penduduk, fasilitas ibadah dan sekolah, layanan kesehatan dan konseling trauma, serta pembagian sembako. Sebagian relawan juga melakukan penyisiran untuk pendataan korban terdampak.

Pada Sabtu dan Minggu (6–7/12), Tim Relawan mulai membantu membersihkan material longsor di permukiman sekitar posko. Dedi (40), salah seorang warga, menyebut tenaga relawan sangat dibutuhkan. “Kalau makanan sudah banyak, tapi bantuan tenaga seperti ini yang kami perlukan,” ujarnya, Minggu (7/12).

Selain pembersihan, UNP menyalurkan sembako dan pakaian layak pakai kepada pengungsi di tiga titik, yaitu Pondok Pesantren Prof. Dr. Hamka, Kampung Mati Kubu Gadang, dan Kelompok Pengungsi Sungai Batang. Distribusi menggunakan perahu ponton, mobil Hiace, hingga kendaraan roda dua untuk mencapai wilayah sulit dijangkau.

Sementara itu, Tim Konseling Trauma pascabencana UNP turut memberikan layanan pendampingan psikososial bagi warga terdampak banjir bandang di Jorong Bancah.

Tim gelombang pertama yang turun terdiri dari 19 Dosen dan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (S1, S2, S3, dan pendidikan profesi konselor), berkolaborasi dengan Pengurus Daerah ABKIN. Kegiatan berlangsung 6–8 Desember 2025 dengan sasaran individu yang mengalami gejala PTSD, penguatan resiliensi pasca bencana, serta anak-anak penyintas.

Layanan konseling diberikan melalui sesi interaksi kelompok dan individu untuk membantu pemulihan emosional warga. Tim konseling akan kembali menurunkan gelombang berikutnya sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Rombongan relawan terdiri dari pimpinan UNP, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas serta organisasi mahasiswa seperti Menwa, MPALH, KSR, UK PMI, Pramuka dan SKK Ganto.

Bantuan yang disalurkan kelanjutan distribusi logistik oleh Posko UNP Peduli Bencana, termasuk bantuan dari UNP Charity, BTN, Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). (rel/fan)