PADANG, METRO–Kepedulian TNI Angkatan Laut terhadap korban bencana alam banjir, dan tanah longsor yang melanda berbagai kota di 3 Provinsi Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dikerahkannya beberapa KRI yang mengantarkan berbagai kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana alam.
Buktinya KRI Semarang-594 tiba di dermaga Pelabuhan Telukbayur, Kota Padang, Sumatra Barat dan langsung menurunkan logistik bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di wilayah tersebut, Sabtu (6/12). Kapal itu bergerak ke Padang setelah menuntaskan debarkasi bantuan di wilayah Nias sehari sebelumnya.
Komandan Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung menjemput kedatangan Kapal Perang Republik Indonesia atau KRI SMG-594. KRI SMG, atau KRI Semarang sandar dengan membawa beberapa bahan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat korban bencana alam banjir dan tanah longsor.
“Beberapa bahan yang dibawa, bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, kebutuhan bayi, selimut, air minum kemasan, Indomie, matras dan berbagai kebutuhan lainnya,” sebut Sarimpunan Tanjung didampingi Kadispen Letkol Laut (E) Sumantri
Dankodaeral II Laksaman Muda TNI Sarimpunan Tanjung mengatakan bahwa bahwa prajurit KRI Semarang-594 yang tergabung dalam satuan tugas penanggulangan bencana alam langsung melakukan debarkasi berbagai jenis logistik, begitu kapal tersebut sandar di dermaga Teluk Bayur. “Bantuan yang dibawa antara lain sembako, minuman, matras, pakaian, selimut, perlengkapan mandi, toren air, dan kebutuhan lain untuk masyarakat Padang yang terdampak bencana,” jelasnya.
Kepedulian TNI AL ini, tegas Sarimpunan Tanjung, merupakan perintah langsung Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI DR Muhammad Ali., S.E., M.M., M.Tr. Opsla, ketika bencana menimpa berbagai kota di 3 Provinsi di Sumatera.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan menegaskan TNI AL akan terus mengerahkan unsur KRI untuk membawa logistik dan bahan kontak ke wilayah-wilayah yang terputus dan terisolasi akibat bencana alam. “Kehadiran unsur laut dan udara, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di lapangan secepat mungkin,” kata Ali.
Hadir dalam penjemputan bantuan atau Merflueg di Pelabuhan Telukbayur itu adalah Kepala Kelompok Staf Ahli atau Kapoksahli Dankodaeral, Pejabat Utama, Kasatker serta prajurit Kodaeral II yang sudah disiapkan membantu pelaksanaan baik Merflueg maupun debarkasi barang dari KRI ke kendaraan logistik yang sudah disiapkan.(ped)






