PADANG, METRO–Semen Padang FC resmi melepas penyerang asing Bruno Gomes. Keputusan ini menandai langkah berani Kabau Sirah dalam proses cuci gudang menjelang empat laga terakhir tahun ini, serta evaluasi bersama pelatih baru Dejan Antonic.
“Bruno Gomes sudah pamit, tadi sudah berangkat, kita antarkan ke bandara beserta keluarga dan kita melepasnya secara kekeluargaan,” ujar Manager Tim Semen Padang FC Masykur Rauf.
Suasana perpisahan berlangsung hangat karena Bruno dinilai telah memberikan sumbangsih penting selama satu setengah tahun. “Alhamdulillah Bruno sudah berkontribusi 1,5 tahun bersama dengan kita, sehingga apapun evaluasi dari managemen untuk tidak memperpanjang lagi Bruno, mau tidak mau kita harus terima,” sambung Masykur.
Bruno dikenal sebagai striker fleksibel yang bisa bermain di beberapa posisi, mulai dari penyerang tengah hingga winger kiri. Kehadirannya sempat memberi warna berbeda pada pola serangan Semen Padang berkat mobilitas dan kekuatan fisiknya.
Namun manajemen menilai perubahan harus dilakukan demi peningkatan performa. “Bruno sudah memberikan kontribusinya terhadap Semen Padang FC, mudah-mudahan Bruno tetap bisa berkiprah di klub lain dan bisa sukses,” ucap Masykur memberi penghormatan kepada sang pemain.
Selama membela Kabau Sirah, Bruno tampil dalam 28 pertandingan dengan mencatatkan 10 gol dan 6 assist. Dia juga bermain total 2.348 menit dan hanya sekali menerima kartu kuning, menunjukkan kedisiplinannya sebagai striker modern.
Catatan itu membuatnya tergolong produktif untuk ukuran pemain asing yang baru satu musim penuh bermain di Indonesia. Meski begitu, manajemen tetap menilai pembenahan skuat lebih penting dari mempertahankan pemain yang tidak lagi masuk rencana tim.
Menurut Masykur, Semen Padang sudah menyiapkan daftar calon pengganti untuk Bruno dan Chaby yang juga dilepas. “Kita menunggu transfer window, ada beberapa evaluasi yang sudah dilakukan oleh managemen dan tim pelatih, minimal pengganti dari Chaby dan Bruno yang sudah kita lepas, sudah ada di dalam daftar,” ujar Masykur Rauf.
kehilangan dua pilar ini terasa berat, terutama di lini serang dan lini tengah. “Kita memang kehilangan apalagi kita kehilangan striker dan gelandang, tetapi managemen tetap optimis, tim ini bisa melakukan pertandingan sisa dengan hasil yang positif,” kata Masykur.
Optimisme itu dibangun karena Semen Padang yakin komposisi baru bisa memberi energi berbeda pada tim. Evaluasi bersama Coach Dejan menjadi dasar dalam menentukan apa yang harus diperbaiki sebelum kembali turun ke lapangan.
Semen Padang juga memutuskan memanfaatkan jeda pertandingan dengan melakukan training camp di luar kota Padang. “Hasil evaluasi tim kita dengan Coach Dejan dengan yang lainnya, kita merencanakan jeda pertandingan ini, kita manfaatkan untuk Traning Camp di luar kota Padang,” ucap Masykur.
Program tersebut ditujukan untuk mempersiapkan fisik, taktik, dan mental pemain secara lebih intensif. “Yang jelas kita manfaatkan waktu ini untuk mempersiapkan tim untuk sisa 4 laga pertandingan,” tegas Masykur Rauf. (rom)






