SOLOK, METRO – Perguruan tinggi dituntut harus mampu melahirkan lulusan yang handal, berjiwa entrepreneur berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Menciptakan lapangan kerja merupakan cara dalam menekan angka pengangguran setelah selesai kuliah.
“Sudah saatnya kampus dijadikan garda terdepan menyelesaikan permasalahan ekonomi bangsa,” ungkap Wakil Wali Kota Solok, Reinier saat menyampaikan orasi ilmiah pada saat acara Dies Natalis ke-38 di Universitas Bung Hatta.
Melalui tema peran Pemerintah dalam Meningkatkan Kewirausahaan, Reinier menegaskan, dalam setiap tahunnya ratusan ribu sarjana dilahirkan dari berbagai kampus di Indonesia. Namun, jumlah itu tidak sesuai dengan jumlah kebutuhan lapangan pekerjaan yang tersedia.
“Ditambah lagi, lulusan yang dilahirkan juga terkadang tidak sesuai dengan kualifikasi pekerjaan yang dibutuhkan sehingga banyak lulusan yang menganggur,” ujarnya.
Menurut Reinier, perguruan tinggi menjadi alternatif utama dalam melahirkan wirausahawan baru yang berdaya saing dalam membangun ekonomi daerah dan negara.
“Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan wirausahawan melalui kampus dan sarana pendidikan lainnya. Salah satunya dengan menambahkan materi peningkatan kapasitas dan pelatihan kewirausahaan bagi pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya melahirkan wirausahawan dari lembaga pendidikan akan membantu pemerintah dalam membangun perekonomian. Dengan bekal yang ada dari bangku kuliah, akan memudahkan pemerintah dalam memberikan bimbingan, pembinaan disertai dukungan sarana dan prasarana.
Reinier mengungkapkan, menjadi wirausahawan yang sukses bukan perkara mudah. Perlu usaha dan kerja keras. Setiap wirausahawan yang berhasil memang perlu melalui proses yang cukup berliku. Tapi dengan mental yang kuat hal itu bisa dilalui. (vko)





