METRO PADANG

Muhammad Tommy Arby Rumengan Peduli Korban Bencana, Serahkan Bantuan 10 Ton Beras dan 600 Kardus Mie

0
×

Muhammad Tommy Arby Rumengan Peduli Korban Bencana, Serahkan Bantuan 10 Ton Beras dan 600 Kardus Mie

Sebarkan artikel ini
SIMBOLIS— Anggota Komisi III DPRD Padang Dr. Muhammad Tommy Arby Rumengan menyerahkan bantuan beras dan mie istan secara simbolis kepada masyarakat terkena musibah banjir dan longsor.

PADANG, METROAnggota Komisi III DPRD Padang Dr. Muhammad Tommy Arby Rumengan, bersama rekannya memberikan bantuan sebanyak  beras 10 Ton dan 600 kardus mie instan kepada korban banjir dan longsor.

Tak hanya itu dua unit alat berat dikerahkan masing masing di Kampung Apa dan Sungai Lareh, Lubuk Minturun.

Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan mengatakan, kehadiran anggota DPRD  Dr. Muhammad Tommy Arbi sangat berarti dan mampu memberikan penyejuk bagi warga saat pemulihan pascabencana.

“Kepedulian dan tindakan nyata Dr. M Tommy Arbi kami mewakili masya­rakat Kota Tangah memberikan apresiasi yang sedalam-dalamnya, semoga yang diberikan ini sangat berarti sekali bagi masyarakat kami,” ungkap Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan

Sementara itu anggota Komisi III DPRD Padang Dr. M Tommy Arbi Rumengan menjelaskan, ia membantu warga dengan membawa alat berat/eskavator untuk membantu warga dalam membersihkan puing-puing berkas banjir dan longsor.

“Selain itu  di lokasi kedua bersebelahan Komplek Lumin Park kehadiran kami memberikan semangat dan motivasi kepada ma­sya­rakat yang sedang berjuang memulihkan kondisi wilayah mereka yang rusak parah. Dukungan moral ini sangat penting agar warga tetap semangat da­lam menghadapi ujian ben­cana ini,” ujar Tommy Arby.

Dikatakan Tommy Ar­by, kehadiran Anggota De­wan  Kota Padang di lokasi banjir bandang dan longsor bukan sekadar simbol, melain­kan tindakan nyata yang memperlihatkan rasa peduli dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.

Ia tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga ikut berlumpur melewati material longsor yang menutupi komplek perumahan warga meninjau titik longsor tersebut.

“Jalan berlumpur, retaknya perbukitanpun ma­sih tampak jelas. Namun tak menyurutkan semangat dan empati ke ma­sya­rakat yang sangat berdampak musibah banjir. ini sebuah bukti bahwa ke­pe­mim­pinan tidak hanya berbicara tetapi juga harus turun ke lapangan dan melihat kondisi real kehidupan warga saat dalam kesusahan ditimpa musibah,” timpalnya. (ped)