PAYAKUMBUH/50 KOTA

Wali Kota Apresiasi Pengabdian KORPRI

0
×

Wali Kota Apresiasi Pengabdian KORPRI

Sebarkan artikel ini
SALAMI—Wako dan Wawako saat salami anggota KORPRI jusai upacara.

POLIKO, METRO  –Pemerintah Kota Pa­yakumbuh menggelar Upacara Peringatan Hari U­lang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 di halaman Balai Kota Payakumbuh, baru-baru ini  Peringatan tahun ini mengu­sung tema “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI Mewujudkan Indonesia Maju” yang mencerminkan komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga soliditas, integritas, dan profesionalisme dalam mendukung kemajuan bangsa.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Ketua U­mum Dewan Pengurus KORPRI Nasional.

Dalam amanat tersebut, disampaikan bahwa seluruh anggota KORPRI harus terus meningkatkan pengabdian kepada ma­syarakat, bangsa, dan negara melalui pelayanan yang tulus, profesional, serta berintegritas demi mewujudkan Indonesia Maju.

Turut dijelaskan pula sejarah lahirnya KORPRI sebagai wadah perhimpunan Pegawai RI yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971 oleh Presiden Soeharto, pada 29 November 1971. “Kita bersyukur hari ini dapat memperingati HUT ke-54 KORPRI. Atas nama organisasi KOR­PRI dan secara pribadi, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh anggota KORPRI di manapun berada,” de­mikian amanat Ketua U­mum yang dibacakan Zulmaeta.

Wali Kota pilihan rak­yat ini menyampaikan a­presiasi setinggi-tingginya atas dharma bakti, dedikasi, dan loyalitas anggota KORPRI selama lebih dari setengah abad dalam men­jalankan tugas negara, melayani masyarakat de­ngan sepenuh jiwa, profesional, serta berkontribusi besar bagi kejayaan bangsa dan kemajuan negara.

Amanat tersebut juga menegaskan kesejahtera­an anggota KORPRI ha­rus menjadi perhatian utama, termasuk pengembangan karier yang bebas dari campur tangan politik agar netralitas ASN tetap terjaga.

Selain itu, Pemerintah berkomitmen memper­kuat KORPRI melalui hadirnya Undang-Undang No­mor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang menjadi landasan penguatan profesi ASN, kode etik, serta peningkatan kualitas pelayanan. Sebagai organisasi terbesar ASN, KORPRI memiliki peran penting dalam mengawal implementasi kebijakan pembangunan nasional.

“Anggota KORPRI men­jadi penggerak utama bi­rokrasi dalam mengimplementasikan Rp 3.600 triliun APBN dan Rp 1.300 triliun APBD. Fokuslah mewujudkan ASTA CITA Presiden dan Wakil Pre­siden Republik Indonesia,” ungkap Zulmaeta mengutip amanat Ketua Umum

Ia juga mengajak seluruh ASN mengambil sikap KORPRI SIAGA sebagai bentuk kesiapsiagaan me­nutup tahun 2025 dan memasuki tahun 2026.  Delapan tekad kesiapsiagaan tersebut diantara­nya. Pertama, memper­kuat persatuan dan soliditas korps sebagai rumah besar ASN.  Kedua, Menegakkan netralitas dan integritas, menjunjung etika jabatan serta menanamkan nilai kejujuran, disi­plin, kerja keras, kerja cerdas, hingga menjadi teladan moral bangsa. “Ketiga, Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, membangun budaya kerja unggul berbasis me­rit dan hasil, serta mendorong inovasi dan transformasi digital birokrasi. Keempat, Menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab, menghindari penyimpangan termasuk KKN dan pungli,” tuturnya

Kelima, Menjadikan ASN siaga bencana, saling membantu ma­sya­rakat yang terdampak bencana di berbagai daerah, termasuk Aceh, Su­matera Utara, dan Sumatera Barat. Keenam, Pe­ningkatan pendapatan negara dan daerah, memperbaiki tata kelola belanja negara dan daerah agar efektif mewujudkan Asta Cita, mendorong pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen.

Selanjutnya, Ketujuh, Menuntaskan persoalan kemiskinan,anak tidak se­kolah serta memastikan kesejahteraan ASN dan pensiunan. Serta, Kedepalan, Menjaga nama baik Korpri  dan ASN, menjadi kekuatan moral dan bi­rokrasi menuju indonesia maju, berdaulat dan ber­keadilan.

Lebih lanjut, Zulmaeta menegaskan bahwa KORPRI harus menjadi orga­nisasi yang kompak, solid, dan satu suara dalam memperjuangkan kepen­tingan aparatur serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat. “KORPRI adalah wadah tunggal yang menyatukan seluruh ASN. Tidak ada pilihan lain kecuali kita kompak, solid, dan kembali pada jati diri bangsa yang santun, gotong royong, dan toleran,” ujarnya

Sambutan ini ditutup dengan ajakan agar KORPRI terus menjadi kekuatan moral, sosial, dan birokrasi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berkeadilan. “Selamat HUT ke-54 KORPRI Tahun 2025. Dengan semangat bersatu dan berdaulat, KORPRI teguh berintegritas dan profesional menuju Indonesia Maju 2045. KORPRI setia hingga akhir,” pung­kasnya. (uus)