PAYAKUMBUH, METRO –Ratusan sekolah dari berbagai tingkatan di Kota Payakumbuh, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Negeri dan swasta telah menerima bantuan Smartboard/papan pintar atau disebut juga papan interaktif digital dari Pemerintah Pusat melalui program Prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk digitalisasi pembelajaran.
Bantuan tersebut bahkan telah mulai digunakan sejak beberapa pekan lalu, selain bantuan Smartboard juga t lah diberikan pembekalan kepada guru dalam penggunaan peralatan itu, sehingga proses belajar mengajar (PBM) disekolah berjalan lebih baik dan maksimal serta interaksi peserta didik lebih meningkat.
Ke depannya, jumlah bantuan yang saat ini baru satu Smartboard per sekolah, disebut akan terus ditambah, sehingga makin mendukung upaya mewujudkan digitalisasi dalam pembelajaran. “Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada 137 sekolah atau satuan pendidikan dari 250 sekolah yang menerima bantuan Smartboard atau papan interaktif digital dari Pemerintah Pusat melalui program Prioritas Presiden Prabowo Subianto di Kota Payakumbuh,” sebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, Rabu (3/12).
Ia juga mengatakan, bagi sekolah lainnya yang masuk dalam daftar penerima bantuan Smartboard, namun belum mendapatkan Smartboard, diminta untuk tetap sabar menunggu proses pengiriman. “Bagi sekolah lainnya yang masuk dalam daftar penerima, namun Smartboard belum datang, kita harapan tetap sabar menunggu, sebab dalam proses pengiriman,”tambanya.
Lebih jauh ia merinci dari ratusan sekolah yang telah menerima bantuan Smartboard itu, tingkat TK dan Paud telah menerima sekitar 32 unit dari rencana yang akan diterima 90 TK dan Paud, Sekolah Dasar (SD) 85 Sekolah, SMP 18 Sekolah dan 2 PKBM.
“Sebagian besar sekolah di Kota Payakumbuh telah menerima bantuan Smartboard tersebut, termasuk guru juga telah mengikuti pelatihan penggunaannya,”tambahnya.
Bahkan hingga saat ini pelatihan untuk guru-guru di masing-satuan pendidikan masih terus dilakukan. “Sudah dilaksanakan pelatihan untuk guru-guru di masing-masing satuan pendidikan/sekolah, dan dibiayai sebagian oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan sebagian lainnya dari Pemerintah Kota Payakumbuh (Dinas Pendidikan),”tambahnya.
Bantuan Smartboard itu menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sangat berdampak pada proses belajar mengajar. “Alat ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan daya tarik dalam pembelajaran, kemudahan dalam memberikan instruksi serta pengenalan teknologi informasi kepada anak “tutupnya.
Digitalisasi pembelajaran adalah pemanfaatan teknologi digital untuk mengubah dan meningkatkan proses belajar-mengajar, seperti melalui e-learning, perpustakaan digital, dan smartboard. Tujuannya adalah untuk memperluas akses, meningkatkan mutu, dan membuat pembelajaran lebih fleksibel serta menarik dengan cara yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ini termasuk penyediaan perangkat keras dan lunak, serta pelatihan bagi guru untuk menggunakan metode pembelajaran inovatif. (uus)






