BERITA UTAMA

Gubernur Mahyeldi Serukan Solidaritas Penuh Antar daerah untuk Percepatan Penanganan Bencana

0
×

Gubernur Mahyeldi Serukan Solidaritas Penuh Antar daerah untuk Percepatan Penanganan Bencana

Sebarkan artikel ini
Mahyeldi Ansharullah Gubernur Sumatra Barat

PADANG, METROGubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mah­yeldi Ansharullah me­nyerukan solidaritas penuh dari seluruh ke­pala daerah di Sumbar untuk memperkuat pe­nanganan dampak ben­cana hidro­me­teo­rologi yang telah me­nimbulkan banyak kor­ban jiwa dan kerusakan luas di berbagai kabu­paten/kota.

Hingga kini, sudah lebih dari 200 jiwa dila­porkan meninggal dunia dan 260 orang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Sejumlah wilayah, hingga saat ini masih sulit dijangkau karena akses terputus, cuaca yang tidak menentu, dan mengalami kerusakan infrastruktur yang cukup parah.

Di Kabupaten Agam, kerusakan jalan dan jembatan membuat proses evakuasi warga berjalan lambat. Pasaman Barat melaporkan kerusakan per­mukiman yang masif. Ko­ta Padang Panjang me­ng­hadapi gangguan layanan dasar akibat longsor.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Tanah Datar, terjangan banjir bandang telah menghanyutkan puluhan rumah dan merusak lahan pertanian warga . Kota Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, serta beberapa wilayah lain juga mencatat telah mengalami kerusakan berat dan korban jiwa akubat bencana tersebut.

Melihat luasnya dampak yang ditimbulkan bencana, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa penanganan tidak boleh dibebankan kepada daerah terdampak semata. Ia meminta seluruh bupati dan wali kota untuk segera menggerakkan seluruh sumber daya guna membantu da­erah yang sedang berjuang.

“Hari ini sebagian saudara kita berjuang dalam kesedihan yang menda­lam. Jangan biarkan mereka berdiri sendiri. Kita punya kewajiban moral, sosial, dan kemanusiaan untuk saling menguatkan,” tegas Mahyeldi, Rabu (3/12).

Mahyeldi menginstruksikan agar daerah-daerah yang tidak terdampak untuk segera mengirimkan dukungan, mulai dari alat berat, SDM teknis, relawan, logistik, hingga alokasi anggaran sesuai kapasitas masing-masing. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong, ringan sa­ma dijinjing, berat sama dipikul bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Saya meminta seluruh bupati dan wali kota untuk bergerak cepat memberikan bantuan konkret. Penanganan bencana ini adalah tugas bersama sebagai satu kesatuan Sumbar,” ujarnya.

Mahyeldi juga meminta agar koordinasi lintas daerah diperkuat melalui BPBD kabupaten/kota dan BPBD Provinsi Sumbar, sehingga setiap dukungan yang dikirim dapat tepat guna dan tepat sasaran. Semakin cepat sinergi antardaerah diwujudkan, semakin besar peluang untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa dan mempercepat pemulihan.

Mahyeldi menutup seruannya dengan ajakan untuk memperkuat kebersamaan, karena menurutnya kekuatan Sumbar terletak pada solidaritas ma­syarakatnya.

“Bencana boleh me­mi­sahkan jarak, tetapi tidak boleh memisahkan ke­pe­dulian. Mari berdiri bersama, kirimkan bantuan terbaik, dan tunjukkan bahwa Sumbar adalah rumah besar yang selalu saling men­jaga,” tutur Mahyeldi. (fan/rel)