METRO PESISIR

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto, Dinilai Mampu Mengurangi Trauma Warga dan Memberikan Harapan Baru

0
×

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto, Dinilai Mampu Mengurangi Trauma Warga dan Memberikan Harapan Baru

Sebarkan artikel ini
TINJAU—Presiden Ri Prabowo Suibianto bersama bupati saat meninjau lokasi bencana.

PADANGPARIAMAN, METRO–Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke lokasi pengungsian Kasai, Padangpariaman, menjadi suntikan semangat bagi ma­syarakat Sumatera Barat yang tengah berduka akibat banjir dan longsor. Kehadiran Presiden dinilai mampu mengurangi trauma warga serta memberikan harapan baru untuk bangkit. Merespons arahan Presiden Prabowo, Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis bergerak cepat dengan menggelar rapat staf khusus di Pendopo Bupati. Rapat tersebut difokuskan pada penyusunan proposal rencana pem­bangunan dan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Rapat di­pimpin langsung oleh Bupati Padangpariaman dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Rudi Repenaldy Rilis, Inspektur, Kepala BPKD, Kalak BPBD, Kadis PUPR, Kadis Kominfo, serta Kadis Pertanian.

Didengar Presiden, Diberi Semangat

Mengawali rapat, Bupati JKA menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepedulian Presiden Prabowo terhadap kondisi Padangpariaman. Ia mengatakan bahwa seluruh laporan kebenca­naan — mulai dari jembatan putus, jalan terban, irigasi rusak, hingga rumah hanyut telah disampaikan langsung kepada Presiden. “Beliau mendengarkan de­ngan penuh perhatian,” ujarnya.

Bupati Padangpariaman juga menuturkan momen yang paling membekas ketika Presiden Prabowo menepuk pundaknya seraya berkata, “Insya Allah, sabar. Kita bangun kembali.” Menurutnya, pesan singkat itu menjadi e­nergi besar bagi dirinya dan seluruh jajaran peme­rintah daerah untuk bekerja lebih cepat. “Beliau sangat memahami kesulitan ma­sya­rakat Padangpariaman,” lanjutnya.

Proposal Pemulihan Dipercepat

Dalam arahannya, Bupati Padangpariaan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera menyiapkan proposal pembangunan infrastruktur yang rusak dan roboh. Selain itu, kebutuhan ma­syarakat yang kehilangan rumah dan sumber penghidupan juga wajib diinventarisasi secara detail. “Proposal ini nantinya akan kita sampaikan ke kementerian dan lembaga terkait untuk ditindaklanjuti serta menjadi program dan kegiatan mereka,” terang JKA. Ia juga menginstruksikan pe­nyusunan proposal yang sistematis, lengkap, dan mudah dipahami, termasuk melampirkan Detail Engineering Design (DED) untuk seluruh infrastruktur yang akan dibangun kem­bali.

Data Kerusakan

Sekretaris Daerah Rudi Repenaldy Rilis dalam rapat memaparkan data ke­rusakan sementara akibat banjir dan longsor yang melanda Pa­dang­paria­man­­.­ Berda­sarkan data terkini jembatan rusak  17 unit (4 unit putus),  Jalan rusak 16 ruas (4 ruas terban),  Irigasi rusak: 24 unit,  Sekolah rusak: 5 unit,  Rumah i­badah rusak  9 unit, rumah penduduk rusak: 57 unit,  Rumah hanyut 34 unit,  Lahan pertanian terdampak: 393,5 ha sawah dan 116,25 ha ladang jagung,  Kelompok usaha perikanan terdampak: 25 kelompok, de­ngan tambak jebol dan terendam Data tersebut, me­nurut Sekda, masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring pendataan lanjutan di la­pangan.

Kesiapan Bangkit Bersama

Pemerintah Kabupaten Padangpariaman menargetkan proposal lengkap dapat segera disampaikan kepada pemerintah pusat. Bupati Padangpariaman menegaskan komitmennya untuk memulihkan wilayah yang terdampak bencana dan memastikan ma­sya­rakat kembali memiliki akses terhadap infrastruktur dasar serta sumber penghidupan. “Kita harus bangkit bersama. Dengan dukungan pemerintah pusat dan se­mangat masyarakat, Pa­dangpariaman insya Allah akan pulih,” katanya. (efa)