AGAM/BUKITTINGGI

Ratusan Ton Sampah Berserakan di Sudut Kota, Bukittinggi Tunggu Diskresi Menteri LH untuk TPA Payakumbuh

0
×

Ratusan Ton Sampah Berserakan di Sudut Kota, Bukittinggi Tunggu Diskresi Menteri LH untuk TPA Payakumbuh

Sebarkan artikel ini
KRISIS SAMPAH— Kota Bukittinggi kini menghadapi situasi darurat akibat menumpuknya timbunan sampah sejak akses pembuangan ke Kota Padang terputus pascabencana alam yang melanda Sumatera Barat pada 27 November lalu.

BUKITTINGGI, METRO–Kota Bukittinggi kini menghadapi situasi darurat akibat menumpuknya timbunan sampah sejak akses pembuangan ke Kota Padang terputus pascabencana alam yang melanda Sumatera Barat pada 27 November lalu. Pemerintah Kota Bukittinggi tengah menunggu izin diskresi atau keputusan cepat dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengatasi persoalan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bukittinggi, Aldiasnur, Selasa (2/12), mengatakan pihaknya sudah mengirim surat melalui Gubernur Sumbar agar Bukittinggi diizinkan membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh.

“Kami melalui Gubernur Sumbar telah mengajukan permintaan diskresi agar pembuangan sampah diperbolehkan ke TPA Regional Payakumbuh. Situa­sinya mendesak,” ujar Aldiasnur.

Timbunan sampah kini semakin menggunung. Sedikitnya 300 ton sampah tertimbun di Transfer Depo DLH, sementara ratusan ton lainnya berserakan di berbagai sudut kota akibat tidak dapat diangkut sejak bencana terjadi.

“Di Transfer Depo DLH saja sudah 300 ton, belum lagi di lapangan. Angkanya terus bertambah setiap hari,” tambahnya.

Di tengah keterbatasan, pihak DLH hanya bisa melakukan penyemprotan disinfektan untuk me­minimalisir potensi penyebaran penyakit yang muncul akibat penumpukan sampah.

“Kami optimis Menteri Lingkungan Hidup dapat menyetujui diskresi tersebut. Kondisi di lapangan sangat mendesak,” tegas Aldiasnur.

Sembari menunggu keputusan pemerintah pusat, DLH mengimbau masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dari rumah masing-masing.

“Kami mohon kesediaan warga untuk sementara waktu mengelola sampah sendiri. Mari memahami kondisi bencana yang terjadi. Semoga masalah ini segera teratasi,” ujarnya.

Masyarakat pun mulai menunjukkan kepedulian terhadap situasi tersebut. Di sejumlah lingkungan, warga melakukan pengawasan mandiri untuk men­cegah aksi pembuangan sampah liar.

Surya, salah seorang warga, menuturkan bahwa mereka melakukan penertiban terhadap masyarakat yang tetap membuang sampah sembarangan meski imbauan sudah disampaikan.

“Kami melakukan semacam razia. Kalau ada warga tertangkap tangan membuang sampah ke badan jalan, kami minta mereka mengambilnya kembali,” katanya.

Krisis sampah ini diharapkan segera teratasi apabila izin pembuangan ke TPA Regional Payakumbuh disetujui pemerintah pusat. (pry)