PADANG, METRO–Bencana banjir dan banjir bandang yang melanda Kota Padang 21 November 2025 lalu berdampak terputusnya pasokan air bersih untuk warga.
Kondisi menjadi perhatian Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang dengan langsung mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan di Sungai Lareh, Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Selasa (2/12).
Kehadiran truk tangki air dari Kejari Padang disambut antusias warga. Sambil membawa galon dan ember penampung air, ratusan warga spontan langsung mengantri di dekat truk tangki.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kejari Padang. Warga sangat terbantu. Ini sangat berharga bagi kami, karena sudah beberapa hari ini air mati, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau dapat bantuan ini setiap hari,” ucap salah seorang Ibu-ibu yang mengantre mendapatkan air bersih.
Kepala Kejari (Kajari) Padang, Koswara, SH, MH mengatakan, penyaluran air bersih untuk warga terdampak bencana yang diangkut menggunakan truk tangki hari ini juga melibatkan Ikatan Adhyaksa Darma Karini.
“Mudah-mudahan dengan bantuan air bersih ini dapat membantu meringankan kesulitan warga yang sudah berhari-hari tidak mendapat pasokan air bersih akibat intake dan IPA PDAM rusak karena banjir,” harap Koswara.
Sebelumnya, upaya pemulihan layanan air bersih terus dilakukan Perumda Air Minum Kota Padang, setelah banjir besar yang melanda dan menyebabkan kerusakan pada sebagian besar fasilitas produksi.
Dari total 15 intake yang dimiliki Perumda Air Minum Padang, 13 di antaranya dilaporkan terdampak dan masih dalam proses penanganan. Tim teknis terus bekerja hingga sekarang pasca kejadian tersebut.
Sebagian wilayah pelanggan kini sudah mulai kembali mendapatkan suplai air bersih secara bertahap. Meski demikian, gangguan masih terjadi karena sebagian besar fasilitas belum dapat beroperasi secara penuh.
Kondisi serupa juga terjadi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Baru satu dari tiga pompa yang bisa beroperasi. Situasi ini disebabkan, kualitas air baku yang masih berada pada level ekstrem, yakni masih sangat keruh.
Sementara itu, sejumlah wilayah lain di Kota Padang mulai kembali mendapatkan suplai air bersih dari beberapa IPA, yang sudah dapat beroperasi.(fan)






