PADANG, METRO —Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir di Sumatera Barat dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok ke sejumlah daerah. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, saat berkunjung ke Kota Padang pada Senin pagi (1/12), bertempat di halaman Kantor DPW PKS Sumatera Barat.
Kholid menjelaskan, bantuan kemanusiaan yang dibawa merupakan hasil pemotongan sebagian gaji anggota DPR RI Fraksi PKS. Dana yang terkumpul kemudian dibelanjakan dalam bentuk barang kebutuhan pokok untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Kholid menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah banjir besar yang melanda berbagai wilayah di Sumbar. Ia menegaskan bahwa bencana tersebut bukan hanya duka masyarakat Sumatera Barat, melainkan duka seluruh bangsa.
“Ini adalah kewajiban moralitas bangsa untuk membantu korban bencana. Seluruh tokoh dan pejabat harus terlibat. Kami dari PKS meminta agar bencana di Sumatera ini segera ditetapkan sebagai Bencana Nasional,” tegas Kholid.
PKS juga mendesak pemerintah mengambil langkah strategis dan jangka panjang dalam mitigasi bencana. Ia meminta pemerintah bertindak tegas terhadap praktik pembalakan liar (illegal logging) serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola hutan agar bencana serupa tidak terus berulang.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa bencana banjir dan longsor telah menimbulkan kerusakan masif dan korban jiwa dalam jumlah besar.
Sebanyak 132 warga dinyatakan meninggal dunia dan 118 orang masih hilang. Selain memakan korban jiwa, bencana ini merusak berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Perincian dampak fisik bencana antara lain, lebih dari 33.000 rumah warga rusak, 16.000 hektare lahan pertanian hancur.
Fasilitas publik terdampak berat terdiri dari, 99 sekolah, 12 fasilitas kesehatan, 72 rumah ibadah, dan 13 perkantoran. Infrastruktur penunjang ekonomi terputus yang terdiri dari 72 irigasi, 10 bendungan, serta sejumlah jembatan dan ruas jalan strategis
“Data ini dikeluarkan dari posko terpadu di kantor gubernur dan diperbarui setiap satu hingga dua hari,” jelas Mahyeldi.
PKS menegaskan akan terus memantau perkembangan penanganan bencana dan siap menambah dukungan apabila dibutuhkan. (brm)






