PADANG, METRO —Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Barat menyalurkan bantuan tahap pertama untuk korban banjir dan longsor di Kota Padang. Bantuan berupa nasi bungkus, sembako, pakaian anak-anak, serta handuk itu diserahkan di dua titik lokasi terdampak, yakni Lubuk Minturun dan Tabing Banda Gadang.
Kehadiran bantuan tersebut sedikit meringankan beban masyarakat. Namun di balik itu, para korban mengungkapkan masih ada kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi, terutama alat berat untuk pembersihan area dan saluran air.
Salah satu warga terdampak, Mak Uniang, menyampaikan kondisi banjir yang sangat parah menimpa pemukiman mereka beberapa hari lalu. Ia mengaku air naik lebih dari dua meter dan mengancam 44 kepala keluarga.
“Kami mohon alat berat untuk membersihkan kayu-kayu besar yang menyumbat saluran air. Kalau hanya dibersihkan masyarakat, butuh waktu lama. Selama ini setiap turun hujan, kami terus terendam,” ungkapnya.
Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, turut hadir saat penyerahan bantuan. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada REI Sumbar atas kepedulian terhadap masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ketua REI Sumbar dan rombongan. Di wilayah ini terdapat tiga RT terdampak dengan total sekitar 600 jiwa,” jelasnya.
Ketua REI Sumbar, Viona, mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari komitmen REI dalam program REI Peduli Bencana. Dalam penyaluran tahap pertama ini, REI memberikan 500 nasi bungkus, makanan kering, pakaian anak-anak, dan handuk untuk warga di dua lokasi terdampak.
“REI selalu berusaha sigap dalam merespons bencana di Sumbar. Tahun lalu kami juga turun ke Pesisir Selatan saat terjadi banjir bandang. Intinya kami ingin hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Viona.
Ia memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi warga dan siap membantu bila dibutuhkan kembali. (ped)






