PADANG, METRO—Ribuan warga korban banjir besar di Kota Padang hingga Senin (1/12) masih bertahan di lokasi pengungsian. Sementara itu, jumlah korban jiwa tercatat bertambah menjadi 12 orang meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebutkan sebanyak 4.446 jiwa masih mengungsi, di mana 810 orang termasuk kategori kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil. “Semoga kondisi para pengungsi tetap dalam keadaan baik,” harap Hendri.
BPBD merinci sebaran pengungsi yaitu, 1.757 jiwa di Kecamatan Pauh, 984 jiwa di Kecamatan Kuranji, 844 jiwa di Kecamatan Koto Tangah, 835 jiwa di Kecamatan Nanggalo, dan 36 jiwa di Kecamatan Lubuk Kilangan.
Selain itu, sebanyak 32 sekolah juga terdampak akibat banjir dan angin kencang. BPBD menyampaikan bahwa proses inventarisasi kerusakan masih berlangsung dan data lapangan akan terus diperbarui setiap hari.
Kerusakan parah akibat banjir juga melumpuhkan infrastruktur vital. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang pada Senin (1/12) melakukan inventarisasi terhadap ruas-ruas jalan yang putus diterjang banjir.
Salah satu titik terparah berada di Jalan Batang Kabung Ganting – Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah.
“Jalan di sini terputus dan badan jalan sudah menjadi sungai,” ungkap Novianti, Kepala Bidang Program dan Jasa Konstruksi PUPR Kota Padang.
Selain jalan putus, banjir juga merusak sejumlah jembatan di Kuranji, Pauh, dan Koto Tangah, yang mengganggu mobilitas masyarakat antar wilayah.
Pemerintah Kota Padang mengintensifkan upaya pemulihan pasca banjir dengan mengerahkan alat berat dan ratusan personel.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan sejak hari pertama bencana pihaknya menerjunkan tim tanggap darurat lengkap dengan ekskavator untuk membersihkan sedimen dan sampah banjir.
“Sampai hari ini, sudah 16 alat berat bekerja di lokasi terdampak dan 12 unit lagi dalam proses pengiriman,” ujar Tri.
Selain alat berat, PUPR mengerahkan 100 tenaga manual untuk membersihkan sedimen di permukiman padat yang tidak dapat dijangkau mesin. Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terdiri dari 15 personel juga dikerahkan untuk mempercepat pemulihan hingga tingkat kelurahan.
Dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, PUPR bekerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Padang dan Balai BPPKS Kementerian PUPR. Sebanyak 26 hidran umum telah dipasang di 21 lokasi dan ditargetkan bertambah menjadi 58 titik.
Selain itu, PUPR menyalurkan unit WC portable dan septic tank untuk lokasi pendidikan dan permukiman terdampak.
Pembersihan banjir diprioritaskan di sejumlah kawasan, termasuk Graha 3 Sungai Lareh, Gurun Laweh, Lumin Park, Batu Gadang, Balai Gadang, Guo, Kampung Apa, Lubuk Buaya, Pasar Baru–Unand, Batu Busuk, SMAN 12 Padang, hingga Intake Palukahan Gadang.
Tri menegaskan seluruh armada bekerja tanpa henti. “Kami bergerak siang dan malam. Harapan kita, aktivitas masyarakat bisa kembali normal secepatnya,” tegasnya. (rom)






