METRO PADANG

Dampak Banjir Bandang, 12 Korban Meninggal Dunia, 4.446 Jiwa masih Mengungsi, Pulihkan Kota, Alat Berat dan Ratusan Petugas Dikerahkan

0
×

Dampak Banjir Bandang, 12 Korban Meninggal Dunia, 4.446 Jiwa masih Mengungsi, Pulihkan Kota, Alat Berat dan Ratusan Petugas Dikerahkan

Sebarkan artikel ini
PEMULIHAN KOTA— Dinas PUPR Kota Padang mengerahkan alat berat dan ratusan tenaga manual untuk untuk membersihkan sedimen di permukiman padat yang tidak dapat dijangkau mesin.

PADANG, METRORibuan warga korban ban­jir besar di Kota Padang hing­ga Senin (1/12) masih bertahan di lokasi pengung­sian. Sementara itu, jumlah korban jiwa tercatat ber­tam­bah menjadi 12 orang me­ninggal dunia.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zul­viton, menyebutkan se­banyak 4.446 jiwa masih me­ngungsi, di mana 810 orang termasuk kategori kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil. “Semoga kondisi para pe­ngungsi tetap dalam ke­adaan baik,” harap Hendri.

BPBD merinci sebaran pengungsi yaitu, 1.757 jiwa di Kecamatan Pauh, 984 jiwa di Kecamatan Kuranji, 844 jiwa di Kecamatan Koto Tangah, 835 jiwa di Kecamatan Nanggalo, dan 36 jiwa di Kecamatan Lubuk Kilangan.

Selain itu, sebanyak 32 sekolah juga terdampak akibat banjir dan angin kencang. BPBD menyampaikan bahwa proses inventarisasi kerusakan masih berlangsung dan data lapangan akan terus diperbarui setiap hari.

Kerusakan parah akibat banjir juga melumpuhkan infrastruktur vital. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang pada Senin (1/12) melakukan inventarisasi terhadap ruas-ruas jalan yang putus diterjang banjir.

Salah satu titik terparah berada di Jalan Batang Ka­bung Ganting – Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah.

“Jalan di sini terputus dan badan jalan sudah men­jadi sungai,” ungkap Novianti, Kepala Bidang Program dan Jasa Konstruksi PUPR Kota Padang.

Selain jalan putus, banjir juga merusak sejumlah jembatan di Kuranji, Pauh, dan Koto Tangah, yang mengganggu mobilitas ma­­syarakat antar wilayah.

Pemerintah Kota Pa­dang mengintensifkan upaya pemulihan pasca banjir dengan mengerahkan alat berat dan ratusan personel.

Kepala Dinas PUPR Ko­ta Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan sejak hari pertama bencana pihaknya menerjunkan tim tanggap darurat lengkap dengan ekskavator untuk mem­­bersihkan sedimen dan sampah banjir.

“Sampai hari ini, sudah 16 alat berat bekerja di lokasi terdampak dan 12 unit lagi dalam proses pengiriman,” ujar Tri.

Selain alat berat, PUPR mengerahkan 100 tenaga manual untuk membersihkan sedimen di permukiman padat yang tidak dapat dijangkau mesin. Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terdiri dari 15 personel juga dikerahkan untuk mempercepat pemulihan hingga tingkat kelurahan.

Dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, PUPR bekerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Padang dan Balai BPPKS Kementerian PUPR. Sebanyak 26 hidran umum telah dipasang di 21 lokasi dan ditargetkan bertambah men­jadi 58 titik.

Selain itu, PUPR menyalurkan unit WC portable dan septic tank untuk lokasi pendidikan dan permukiman terdampak.

Pembersihan banjir di­prioritaskan di sejumlah kawasan, termasuk Graha 3 Sungai Lareh, Gurun La­weh, Lumin Park, Batu Ga­dang, Balai Gadang, Guo, Kampung Apa, Lubuk Bua­ya, Pasar Baru–Unand, Ba­tu Busuk, SMAN 12 Padang, hingga Intake Palukahan Gadang.

Tri menegaskan seluruh armada bekerja tanpa hen­ti. “Kami bergerak siang­ dan malam. Harapan kita, aktivitas masyarakat bisa kembali normal secepatnya,” tegasnya. (rom)