PADANG, METRO–Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang di sejumlah titik di Kota Padang. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respon terhadap kondisi warga yang masih membutuhkan dukungan selama masa tanggap darurat.
Penyaluran bantuan dilakukan di beberapa lokasi yang terdampak cukup parah, di antaranya daerah Guo, Kecamatan Kuranji, serta Lubuk Rayo, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.
Selain itu, Ketua DPRD Sumbar juga turut mendistribusikan paket sembako kepada warga di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.
“Kita mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) dalam masa penanganan pascabencana hidrometeorologi di Sumbar, membangun kolaborasi dengan kabupaten/kota agar pendataan lebih akurat. Informasi di daerah harus terkoneksi dengan provinsi. Tidak hanya mengenai korban, tetapi juga kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (29/11).
Muhidi berharap, dengan sistem pendataan yang terintegrasi, tidak ada lagi warga terdampak yang terlewat dari bantuan yang disalurkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa akurasi data menjadi fondasi sebelum masuk ke tahap pemulihan pascabencana.
“Setelah data akurat, barulah kita bisa berpikir mengenai langkah pemulihan. Nantinya kita juga akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pusat untuk percepatan penanganan,” ujarnya.
Terkait bantuan tersebut, Muhidi berharap penyaluran sembako ini dapat bermanfaat serta meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir bandang. Adapun paket sembako yang dibagikan berisi beras, telur, perlengkapan bayi, mi instan, hingga beragam makanan siap konsumsi.
Tidak hanya itu, Muhidi juga mendistribusikan air mineral sebanyak 150 dus, Pop Mie 10 karton, serta 50 bungkus nasi untuk warga di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.
“Saya juga akan mendistribusikan bantuan ke Kelurahan Pauh, Kota Padang, yang juga mengalami kerusakan cukup parah,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat di daerah Guo, Kecamatan Kuranji, yang akrab disapa Amak, menyampaikan bahwa terdapat 18 rumah warga yang terdampak banjir bandang. Dari jumlah tersebut, 16 rumah hanyut terbawa arus dan dua lainnya mengalami kerusakan berat. Selain kebutuhan pangan, Amak menambahkan bahwa anak-anak dari keluarga yang kehilangan rumah juga sangat membutuhkan seragam sekolah.
Di sisi lain, Lurah Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Ardi Desril, mengungkapkan bahwa banjir di kawasan Lubuk Rayo berdampak pada 50 kepala keluarga dengan total sekitar 500 jiwa. Sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian, sementara lainnya memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau kerabat. (rgr)





