PADANG, METRO–Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Barat 2025 di Hotel Santika Padang. Dengan mengusung tema “Optimalisasi Program 3 Juta Rumah untuk Kesejahteraan Sumatera Barat” acara yang dibuka langsung Kadis Perindag Provinsi Sumbar Novrial, berjalan lancar.
Ketua Panitia Hendra Gunawan mengatakan pada Rapimprov Kadin Sumbar dengan mengambil tema “Optimalisasi Program 3 Juta Rumah untuk Kesejahteraan Sumbar.” Pada kegiatan dihadir pengurus Kadin sesumatera Barat, asosiasi, dunia usaha, mitra, perbankan, develover, serta pelaku UMKM, pendukung sektor bidang perumahan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh sponsor yang mendukung acara ini,” ujar Hendra Gunawan.
Dikatakan Hendra Gunawan, Rapinprov ini kita menargetkan akan adanya nanti peta jalan konstribusi dunia usaha dalam mendukung Program Pemerintah untuk 3 juta rumah khususnya di Sumatera Barat dan kita juga untuk penguatan rantai nilai UMKM terkaitan dengan program 3 juta rumah ini.
“Harapan pada Rapinprov ini bisa menjadi forum produktif yang melahirkan langkah kongret dari kesejahteraan Sumbar,” tuturnya.
Ketua KADIN Sumbar Ir Buchari Bachter, mengatakan pada kegiatan ini kita memang mengambil tema 3 juta rumah, karena mengikuti program dari Bapak Presiden Prabowo dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie.
Empat kegiatan program dari kadin yaitu pertama Makan Bergizi Gratis (MBG), kedua 3 juta rumah, ketiga Kesehatan Gratis dan keempat Koperasi Merah Putih.
“Harapannya kita di Kadin Sumbar bisa berkolaborasi dengan semua Stakeholder untuk bisa menjalankan program -program dari Bapak Presiden dan Ketum Kadin supaya pertumbuhan ekonomi untuk Sumbar bisa tercapai 8 parsen minimal mendekati. Kami dari Kadin sangat optimis bahwa pertumbuhan ekonomi di Sumbar bisa tercapai pada tahun 2030 bisa tercapai 8 parsen,” ungkapnya.
Menurutnya, organisasi ini harus dekat dengan Stakeholder. Menguasai development, mempunyai data potensi di Sumbaar.
“Kami di sini sangat mengharapkan peluang 3 juta rumah ini bisa dimanfaatkan oleh kadin Kabupaten Kota,” tuturnya.
Sementara Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia , Erwin Aksa, mengaku bahwa Sumbar menjadi potensi besar dalam penguatan ekonomi yang belum dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi, pelaku UMKM harus kuat dalam merebut pasar, sektor pariwisata indah masih teringgal secara destinasi, dan Industri stagnan.
Erwin Aksa menuturkan, Kadin menjadi jembatan bagi investor yang ingin berinvestasi di Sumbar, Rapimprov Kadin Sumbar hari ini, sebuah kesempatan yang selalu saya syukuri, karena setiap pertemuan dengan para pelaku usaha daerah mengingatkan dirinya bahwa kekuatan ekonomi Indonesia bertumpu pada semangat kolaborasi dan kerja keras di tingkat lokal.
“Saya percaya bahwa kolaborasi antar daerah adalah kunci memperkuat daya saing nasional. Sumatera Barat memiliki potensi besar, dan melalui rapimprov ini kita memperkuat sinergi untuk menghadirkan peluang usaha, membuka lapangan kerja, serta mendorong iklim investasi yang sehat dan progresif.Mari bersama menjadikan dunia usaha sebagai motor penggerak pemulihan dan pertumbuhan ekonomi bangsa,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kadis Perindag Provinsi Sumbar, Novrial mengatakan, tema yang di usung Rapinprov Kadin sumbar sangat relevan dan strategis untuk di bahas di Sumatera Barat dimana kebutuhan hunian yang layak terus meningkat, keluarga muda butuh rumah terjangkau.
“Masyarakat berpenghasilan rendah membutuhkan pembiyaan yang lebih ringan dan sebagian kawasan masih menghadapi persolan rumah yang tidak layak huni dan keterbatasan infrastruktur pemukiman,” jelasnya.
Ini semua, kata Novrial tentunya menuntut solusi komprensif, tantangan yang di hadapi di Sumatera Barat diantara lain pertama masalahan lahan, tingginya harga tanahan di wilayah perkotaan. Kita masih keterbatasan akses KPR subsidi.
“Minimnya skema pembayaran alternatif, kita masih menghadapi kendala tentang regulasi dan perizinan dimana prosesnya terlalu panjang, adanya ketidak singkronan antar Kabupaten dan Kota. Kita juga masih menghadapi tantangan kapasitas pelaku usaha lokal,dimana pengembangan usaha kecil menegah butuh dukungan permodalan,” tuturnya.
“Program 3 Juta rumah ikut juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai sektor, perumahan sebagai pondasi kesejahteraan rakyat, pengerak ekonomi daerah dan instrummen pemerataan pembangunan,” timpal Novrial . (ped)






