PADANG, METRO—Pemerintah Kota Padang mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan kedaruratan masyarakat di tengah bencana hidrometeorologi yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan hal itu saat mendampingi kunjungan Menteri Kesehatan RI ke Kecamatan Koto Tangah, Jumat (28/11).
“Pemko Padang all out. Karena bencana kali ini berbeda dengan sebelumnya. Bencana hidrometeorologi ini berlapis, sehingga ketahanan kita dalam masa tanggap darurat benar-benar diuji,” ujar Fadly Amran.
Menurutnya, semua sarana dan prasarana yang dimiliki Pemko Padang telah diturunkan untuk mempercepat penanganan darurat di lapangan. Fadly merinci, sebanyak 26 ambulans Dinas Kesehatan—belum termasuk ambulans swasta, turut dioperasikan untuk melayani masyarakat.
Selain itu, 24 Puskesmas, 51 Pustu, dan 94 dokter telah dikerahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan maksimal di lokasi terdampak. Tidak hanya sektor kesehatan, dukungan logistik dan alat berat juga digerakkan.
“Ada lima unit excavator dari Pemko Padang, Provinsi, dan pihak swasta yang kita turunkan ke titik-titik yang membutuhkan penanganan cepat,” jelasnya.
Fadly Amran juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan memperkuat doa agar bencana tidak kembali terjadi.
“Di atas semua upaya yang kita lakukan, tetap Allah SWT yang memudahkan dan menentukan. Mari kita senantiasa berdoa agar bencana ini segera diangkat dari Kota Padang dan dijauhkan dari bencana lainnya,” tutupnya. (brm)






