JAKARTA, METRO–Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyampaikan duka dan keprihatinan terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Managing Director, Stakeholder Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas memastikan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah terjun ke lapangan dan memastikan tiga hal penting, seperti telekomunikasi, listrik dan bahan bakar minyak (BBM) tidak terkendala di wilayah terdampak.
“Kami (Danantara Indonesia) itu sangat prihatin dengan bencana alam yang terjadi di Sumatera, baik dari Aceh sampai ke Sumatera Barat. Jadi kami memang dari kemarin sudah ada di lapangan, jadi kita langsung tanggap darurat,” kata Rohan di Wisama Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (28/11).
Lebih lanjut, ia memastikan Danantara Indonesia melalui BUMN-BUMN-nya telah memiliki prosedur untuk tanggap darurat. Termasuk menyoal apa saja yang harus dilakukan.
Adapun yang paling utama, Danantara memastikan kebutuhan masyarakat terkait dengan telekomunikasi, listrik, dan BBM adalah hal yang prioritas. Tak kalah penting, melalui anak-anak BUMN di wilayah, Danantara juga turut memastikan kebutuhan primer lainya, seperti pokok makanan hingga pakaian.
“Kami sudah bekerja keras melalui BUMN telekomunikasi, BUMN listrik, BUMN bahan bakar, itu tiga utama yang diperlukan di sana untuk menghidupkan kembali komunikasi, menghidupkan kembali kelistrikan dan bahan bakar untuk transportasi dan pengangkutan-pengangkutan,” beber Rohan.
“Serta tentunya yang tidak kalah penting kebutuhan sangat primer dan pokok makanan maupun pakaian serta dan lain-lainnya, itu sudah juga dilakukan,” tutupnya.
Sebelumnya, Jumlah korban meninggal dunia pasca bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah.
Sejauh ini, jumlah total korban yang kehilangan nyawa sebanyak 82 orang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyampaikan data perkembangan dampak bencana tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa dari 82 korban meninggal dunia tersebut, paling banyak berasal dari Sumut. Angkanya mencapai 55 orang.
Kemudian sebanyak 21 korban dari Sumbar, dan 6 korban dari Aceh. Namun, khusus di Aceh masih ada belasan korban hilang. “Total korban meninggal di Provinsi Aceh berjumlah 6 orang dan 18 orang masih dinyatakan hilang,” kata dia. (jpg)






