PAYAKUMBUH/50 KOTA

Jembatan Gantung Nyaris Putus, 40 KK Terdampak

1
×

Jembatan Gantung Nyaris Putus, 40 KK Terdampak

Sebarkan artikel ini
PERINGATAN—Terlijat kondisi Jembatan Gantung Lombah di Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, nyaris putus kini dipasang tali peringatan.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Hujan deras yang terus turun mengguyur kabupaten Lima Puluh kota sejak beberapa hari terakhir membuat Jembatan Gantung Lombah di Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, nya­ris putus diterjang derasnya air sungai, Kamis (27/11). Jembatan yang menjadi akses utama warga Ateh Koto itu mengalami kerusakan parah setelah pondasinya digerus arus sungai yang meluap dan deras. Kini jembatan kayu itu posisinya miring dan tidak bisa dilalui. Sehingga akses ma­sya­rakat setempat putus.

“Jembatan tersebut kini tidak bisa digunakan sama sekali. Kondisinya dinilai putus total akibat terpaan arus kuat sungai. Jembatan ini menghubungkan Suliki dan Jorong Ateh Koto. Ada sekitar 40 KK yang tinggal di Ateh Koto. Jembatan ini merupakan akses utama mereka,” jelas Ka­polsek Suliki, Iptu Doni Putra, saat meninjau lokasi kepada awak media.

Dikatakannya, kerusakan jem­batan diketahui sejak Rabu malam ketika arus sungai mulai naik dan menghantam pondasi. Selain menjadi penghubung permukiman, jembatan ini juga merupakan jalan utama para petani menuju ladang, kebun, dan area persawahan yang berada di seberang.

“Jembatan ini bukan hanya untuk warga yang tinggal di Ateh Koto, tapi juga jalan para petani. Banyak ladang, kebun, dan sawah masyarakat di atas. Sekarang mereka tidak bisa melintas,” terangnya.

Dengan kondisi jembatan yang tidak lagi aman, warga kini terpaksa berputar melewati jembatan gantung lain di Jorong Lombah. Jalur alternatif itu menambah jarak tempuh sekitar satu kilometer dari jalur biasa­nya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian bersama pemerintah nagari telah memasang garis polisi di ke­dua sisi jembatan. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Limapuluh Kota juga sudah meninjau lokasi kerusakan.

“Kami mengimbau ma­sya­rakat supaya jangan melewati jembatan ini. Sangat berbahaya. Dinas PU sudah turun melihat kondisi jembatan, dan kami telah memasang police line agar ma­syarakat tidak lagi masuk atau mencoba melintas,” tegas Ka­polsek.

Sampai siang hari Kamis (27/11) debid air sungai masih sa­ngat deras dan berpotensi mengancam sejumlah titik bantaran jabatan disekitar lokasi. Pemerintah nagari bersama pihak kecamatan masih melakukan survei dan pendataan untuk menentukan langkah perbaikan serta memastikan kebutuhan warga yang tinggal di seberang jembatan. (uus)