JAKARTA, METRO–Dua pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari mencetak sejarah dengan menciptakan All Indonesian Final di Australian Open 2025. Sukses ini membuat pelatih langsung memproyeksikan keduanya untuk Olimpiade Los Angeles 2028.
Rachel/Febi dan Ana/Trias membuat kejutan besar dalam Australian Open 2025. Keduanya mampu melaju ke partai puncak untuk menorehkan sejarah baru, yakni menciptakan All Indonesian Final di sektor ganda putri dalam turnamen BWF World Tour 500 sepanjang sejarah.
Pencapaian ini terbilang luar biasa karena sebenarnya Rachel/Febi dan Ana/Trias adalah pasangan baru. Mereka baru diracik dan disatukan pada September lalu, setelah pelatih ganda putri utama Pelatnas PBSI, Karel Mainaky, beserta asistennya Nitya Krishinda Maheswari melakukan perombakan.
Karel pun berniat untuk mematenkan Rachel/Febi dan Ana/Trias. Kedua pasangan ini akan diteruskan, dan bahkan juga diproyeksi untuk bisa berlaga di Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.
“Kalau yang dua ini dilihat dari mereka punya perkembangan sampai saat ini, saya sih sama Nitya udah ngomong kita akan terusin,” kata Karel ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta pada Rabu (26/11).
“Ya kalau planning saya sih gitu sih, terutama 2 pasang ini saya mau fokuskan untuk (kejar olimpiade). Tinggal yang 2 pasang lain ini gimana kita lihat setelah meeting,” tambahnya.
Racikan baru sektor ganda putri memang ada empat. Selain Rachel/Febi dan Ana/Trias, pelatih juga menciptakan duet Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi dan mengembalikan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti sebagai pasangan lagi.
Namun, di antara empat itu, Karel mengakui bahwa Rachel/Febi dan Ana/Trias yang paling terlihat potensi dan perkembangannya. Karena itu kedua pasangan tersebut akan difokuskan ke depan.
Tapi, Karel juga enggan buru-buru dalam mengembangkan Rachel/Febi dan Ana/Trias. Meski sudah membuat All Indonesian Final di Super 500, keduanya akan tetap diturunkan ke level Super 300.
“Tetap kita masih maunya pelan-pelan lah. Ya mungkin tetap (Super 300), karena juga kemarin di beberapa (turnamen) atas itu memang ngga tembus-tembus, di babak kedua ngga tembus,” kata Karel.
“Kali ini kemungkinan pas lagi bagus jadi ya tetap biar mereka mungkin lebih pede lagi, kita tetep butuh di (super) 300,” imbuhnya.
Karel menambahkan, ia dan Nitya ingin melihat konsistensi Rachel/Febi dan Ana/Trias di level Super 300. Jika sudah mampu, baru bertahap naik ke Super 500 dan level atas lainnya.
“Iya itu ada (lihat konsistensi). Tapi tetap mungkin kita lihat di mana ada pertandingan yang apa itu, bisa untuk apa itu, kalau di 300 memang udah ini ya di 500 kita tetap (ikut). Untuk sementara gitu sih, kita mau perketat dulu lah hati dan pikiran mereka,” jelas Karel.
Ranking BWF kedua pasangan sendiri memang masih jauh dari papan atas meski menciptakan All Indonesian Final di Australian Open 2025. Keeduanya baru masuk 60 besar dunia.
Rachel/Febi merasakan naik 28 tingkat untuk berada di ranking ke-59 dunia, sementara Febriana/Trias setingkat di bawahnya berkat naik 23 anak tangga. (jpg)






