PAYAKUMBUH/50 KOTA

Payakumbuh Perkuat Sistem Respon Darurat, 250 Tenaga Kesehatan Ikuti Workshop Kesiapsiagaan

0
×

Payakumbuh Perkuat Sistem Respon Darurat, 250 Tenaga Kesehatan Ikuti Workshop Kesiapsiagaan

Sebarkan artikel ini
Workshop Kesiapsiagaan—Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta usai membuka kegiatanWorkshop Kesiapsiagaan, foto bersama dengan para peserta.

PAYAKUMBUH, METRO–Pemko Payakumbuh mulai memperkuat sistem penanganan kegawatda­ruratan kesehatan me­lalui penyelenggaraan Workshop Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan di Hotel Mangkuto, kemarin. Ke­giatan yang diikuti sekitar 250 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung ini men­­jadi bagian dari upaya membangun layanan da­rurat yang lebih cepat dan terkoordinasi.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyatakan kegiatan tersebut pen­ting untuk meningkatkan kualitas respons di lapangan, terutama pada situasi yang menuntut kecepatan dan ketepatan penanganan. “Kegiatan i­ni sa­ngat penting untuk mem­perkuat pengeta­hu­an, keterampilan, dan kesiapsiagaan tenaga ke­sehatan. Semua unsur yang terlibat memiliki peran strategis dalam pe­nyelamatan nyawa,” kata Wako Zulmaeta.

Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan dan koordinasi menjadi kunci dalam memastikan layanan darurat berjalan efektif. Menurutnya, tenaga kesehatan tidak hanya harus memahami prosedur, tetapi juga mampu mengambil keputusan cepat dalam kondisi mendesak. Zulmaeta berharap kegiatan tersebut memberikan dampak langsung dan mampu memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi ber­bagai kejadian darurat. “Kami berharap workshop ini memperkuat kualitas pelayanan darurat di Payakumbuh, sehingga ma­syarakat dapat memperoleh penanganan cepat dan profesional,” tutup­nya.

Dalam workshop ini, peserta mendapatkan pembekalan terkait tiga kompetensi inti penanganan darurat. Yang meliputi Pemahaman kebijakan dan protokol penanggulangan kegawatdaruratan. Kemudian kemampuan mengidentifikasi tingkat kegawatan korban serta keterampilan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Yan­ti menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yang mulai dikembangkan di daerah. “SPGDT sudah mulai kita proses di Payakumbuh. Salah satu bentuknya ada­lah beroperasinya klinik Cegak Basamo di Mal Pe­layanan Publik, yang setiap hari memberikan lay­a­­nan kegawatdaruratan dengan dukungan petugas dari tim SPGDT,” kata Yanti.

Workshop ini digelar bekerja sama dengan UP­TD BKOM dan lembaga pelatihan kesehatan untuk memastikan materi yang diberikan sesuai standar nasional. Penguatan SP­GDT menuntut integrasi berbagai unsur, mulai dari fasilitas kesehatan, kesiapan ambulans, hingga ja­l­ur komunikasi dan koordinasi lintas instansi. Dinas Kesehatan menilai peningkatan kapasitas SDM menjadi langkah awal yang harus dipenuhi sebelum memasuki tahap pembenahan sistem lainnya. “Kita ingin memastikan bahwa setiap tenaga kesehatan memiliki keterampilan dasar yang sama dalam menangani situasi darurat. Ini penting untuk membangun sistem yang terkoordinasi,” pungkasnya. (uus)