PASBAR,METRO —Korban jiwa akibat bencana tanah longsor yang disebabkan hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), terus bertambah. Sebelumnya, pada Selasa (15/11), satu orang tewas tetrimbun longsor yang menerjang rumahnya di Paninggiran Bawah, Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.
Setelah di Agam, pada Rabu (16/11), seorang remaja berusia 14 tahun tewas tertimbun longsor saat bermain bersama temannya di belakang rumahnyadi Jorong Muara Mais, Nagari Batahan Tengah, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).
Korban diketahui bernama Roki yang berstatus pelajar SMP. Sedangkan temannya berhasil selamat dari bencana itu. Tingginya material tanah longsor yang menimbun korban, membuat proses pencarian yang dilakukan oleh warga setempat sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama dengan penggalian manual.
Pihak BPBD setempat yang mendapatkan laporan adanya orang tertimbun longsor, langsung mengerahkan alat berat ke lokasi untuk mempercepat operasi pencarian. Setelah beberapa jam, jenazah korban yang terkubur oleh longsoran tanah tebing, berhasil ditemukan.
Jenazah korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk dibersihkan dan selanjunya dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan lalu dikebumikan.
Seorang anak tewas, tertimbun longsor yang terjadi di Jorong Muara Mais Nagari Batahan Tengah Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Rabu (26/12)
Korban itu atas nama Roki (14),informasi yang kita peroleh tiba-tiba kejadian longsor di daerah itu dan mengakibatkan seorang anak tertimbun longsor,” kata
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasbar Jhon Edwar membenarkan adanya korban jiwa akibat tanah longsor di Kecamatan Ranah Batahan. Menurutnya, korban yang tertimbun merupakan seorang remaja laki-laki.
“Setelah mendapat informasi ada warga tertimbun longsor, maka warga sekitarnya langsung melakukan pencarian dengan manual dan menggunakan alat berat yang ada di sekitar lokasi. Saat ini jenazah korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat sebelum dibawa ke rumah duka,” katanya.
Terkait adanya korban jiwa, John mengimbau kepada masyarakat agar menghindari daerah yang perbukitan, sungai dan laut karena saya ini curah hujan masih tinggi dan rawan terjadi bencana alam. Apalagi, saat ini cuaca masih terus hjan lebat.
“Kondisi di Pasbar, dari 11 kecamatan yang ada, 10 kecamatan di antaranya terdampak bencana alam seperti banjir dan longsor. Kami terus memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir dan longsor. Jika ada warga terjebak banjir maka petugas langsung melakukan evakuasi ke tempat yang aman,” katanya.
Selian itu, ungkap John, Pemkab Pasbar, juga telah mendirikan dapur umum di lokasi banjir untuk memberikan bantuan makanan kepada warga terdampak banjir.
“Bantuan dan pelayanan kesehatan juga terus diberikan. Mudah-mudahan bencana alam cepat berlalu,” harapnya.
Terpisah, Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab mengatakan, sebelum kejadian, korban bersama dua rekannya sedang bermain di belakang rumah. Tiba-tiba, tebing perbukitan longsor dan menimpa korban Roki, sementara dua temannya berhasil selamat.
“Teman korban yang selamat kemudian melapor ke orang tua korban lalu menghubungi BPBD. Jenazah korban ditemukan pada kedalaman lebih dari dua meter. Operasi pencarian dihentikan setelah jenazah korban ditemukan,” tambah Ilham.
Lebih lanjut, Ilham menginformasikan bahwa Pasaman Barat merupakan salah satu dari 13 kabupaten dan kota yang terdampak bencana banjir dan longsor. Selain Pasaman Barat, daerah yang juga mengalami bencana tersebut antara lain Padang, Padang Pariaman, Kota Solok, Agam, Kota Pariaman, Bukittinggi, Padang Panjang, Tanahdatar, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Pasaman, dan Limapuluh Kota.
“Pemprov Sumbar juga sudah resmi menetapkan status tanggap darurat bencana alam, yang berlaku mulai 25 November hingga 8 Desember 2025, sesuai Surat Keputusan Gubernur Nomor 360-761-2025. Selama masa tanggap darurat, Pemprov memprioritaskan tujuh langkah penanganan, yaitu kaji cepat situasi, aktivasi sistem komando penanganan darurat, penyusunan rencana operasi, evakuasi masyarakat terancam, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan kelompok rentan, serta pengendalian sumber ancaman dan distribusi bantuan logistik,” tutupnya. (end)





