METRO PADANG

Mulyadi Muslim: Hari Guru, Tapi Guru Masih Menangis Karena Hak Belum Terpenuhi

0
×

Mulyadi Muslim: Hari Guru, Tapi Guru Masih Menangis Karena Hak Belum Terpenuhi

Sebarkan artikel ini
DIALOG— Ketua DPD PKS Kota Padang, Mulyadi Muslim saat dialog di kanal YouTube PKSTV Sumbar berjudul “Hari Guru, Tapi Guru Menangis? Tuntutan Selangit, Fasilitas Sulit” pada Selasa (25/11).

PADANG, METROKetua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Padang, Mulyadi Muslim, menyoroti nasib guru di Indonesia yang menurutnya masih jauh dari kata layak, meskipun profesi ini memegang peran paling pen­ting dalam membangun pera­daban bangsa. Pernyataan itu ia­ sampaikan dalam dialog di kanal YouTube PKSTV Sumbar berjudul “Hari Guru, Tapi Guru Menangis? Tuntutan Selangit, Fasilitas Sulit” pada Selasa (25/11).

Mulyadi, yang juga Ang­gota Komisi IV DPRD Kota Padang, menegaskan bahwa dalam setiap proses perubahan, guru adalah komponen paling menentukan. Ia mencontohkan kisah Jepang pasca-bom atom, ketika Kaisar Hirohito lebih dulu menanyakan jumlah guru yang tersisa dibandingkan aset lainnya. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa peradaban hanya dapat dibangun me­lalui keteguhan dan kualitas guru.

Namun di balik peran strategis tersebut, Mulyadi menyayangkan bahwa banyak guru justru menghadapi kondisi yang berat. Ia menyinggung fenomena guru yang berurusan dengan aparat akibat laporan orang tua, serta masih banyaknya guru di daerah yang belum menikmati sertifikasi, TPP, atau tunjangan lainnya. Selain kesejahteraan, beban administrasi yang berlebihan juga disebut menguras energi guru dan mengganggu fokus mereka dalam membangun karakter siswa.

Mulyadi meminta pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada guru untuk menjalankan peran sebagai pendidik tanpa intervensi yang tidak perlu. Ia menegaskan pen­tingnya pemenuhan hak dan tunjangan sebagai ben­tuk komitmen negara menghadirkan keberlanjutan peradaban.

Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan karakter dan kapasitas siswa melalui penanaman etika, dorongan untuk memiliki cita-cita besar, serta kemampuan belajar berke­lan­jutan. Menurutnya, tiga un­sur ini menjadi fondasi da­lam mencetak generasi yang mampu membawa perubahan.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Mulyadi Muslim menyatakan komitmennya untuk terus mengawal penyelesaian persoalan hak guru, baik honorer maupun PNS. “Kami juga mendukung program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya negara memberikan akses pen­didikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem,” katanya. (rom)