PDG.PARIAMAN, METRO–Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengunjungi lokasi bencana banjir di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padangpariaman, kemarin . Kunjungan Wagub Sumbar tersebut disambut langsung oleh Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis yang didampingi Sekretaris Daerah serta jajaran perangkat daerah.
Setibanya di posko utama pengungsian, Vasko Ruseimy tampak berbaur dengan para pengungsi, memberikan semangat serta dukungan moral agar tetap tabah dan terus berdoa menghadapi musibah.
Didampingi Bupati , Wagub kemudian meninjau lokasi banjir yang terus mengalami peningkatan ketinggian air di tengah guyuran hujan deras. Ia juga mengunjungi warga yang masih bertahan di rumah, sekaligus mengimbau masyarakat agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Padangpariaman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas kepedulian dan kunjungan langsung ke lokasi bencana.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan jajaran. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bahu membahu membantu meringankan beban masyarakat kami, seperti TNI, Polri, Tagana, relawan lintas unsur, dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah menyalurkan bantuan, di antaranya InJourney, Bank Nagari, Poltekpel Sumbar, BUMN dan berbagai pihak lainnya.
Selain itu, Bupati terus menyuarakan permohonan dukungan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk penanganan dan rekonstruksi pascabencana.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan karena hingga saat ini curah hujan masih tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Pada kesempatan itu, Wagub Sumbar Vasko Ruseimy menyerahkan bantuan logistik, berupa: beras reguler 2 ton, makanan siap saji 100 paket, kasur 60 lembar, tenda gulung 50 lembar, kidsware 40 lembar, selimut 50 lembar, family kit 50 paket, makanan anak 160 paket, dengan total nilai bantuan sebesar Rp 124.270.000.
Diketahui, bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem melanda Kabupaten Padangpariaman sejak Sabtu kemarin hingga kini . Peristiwa ini dipicu hujan lebat yang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai, tanah labil, serta angin kencang. Pemerintah Kabupaten Padangpariaman telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung mulai 23 november hingga 6 Desember 2025.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 3.043 rumah terdampak, 9.778 jiwa terdampak, dan 258 jiwa mengungsi. Kerusakan meliputi rumah hanyut, lahan pertanian terendam, jalan dan jembatan rusak, serta fasilitas pendidikan terdampak. Dua warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa pohon tumbang.
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait telah melakukan evakuasi, pendirian dapur umum, pos kesehatan, serta penyaluran bantuan. Hingga saat ini hujan masih berlangsung dan kebutuhan mendesak meliputi alat berat, logistik pangan, selimut, pakaian, dan obat-obatan. (efa)






