AGAM, METRO–Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah, meninjau langsung lokasi bencana di Jorong Lurah Dalam, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Palupuah, Rabu (26/11). Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana, proses evakuasi, dan dukungan terhadap warga terdampak berjalan cepat dan terkoordinasi.
Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Kalaksa BPBD Agam Rahmad Lasmono, Kadis PUTR Ofrizon, Camat Palupuah Nong Rianto Dt. Maruhun, Wali Nagari Pasie Laweh, serta personel TNI-Polri yang sejak awal terlibat dalam operasi tanggap darurat di wilayah tersebut.
Benni Warlis menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam mengerahkan seluruh sumber daya untuk menanggulangi dampak bencana. Dukungan personel BPBD, peralatan darurat, chainsaw, armada, hingga alat berat telah disiapkan dan terus diperkuat sesuai kebutuhan lapangan.
Untuk membuka jalur menuju lokasi terdampak, Bupati meminta kerjasama masyarakat dan perangkat nagari dalam menyiapkan akses alternatif agar alat berat dapat segera masuk.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami, dan Pemkab Agam akan memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan maksimal,” tegas Benni Warlis.
Saat ini, sejumlah lokasi terdampak di Kecamatan Palupuah tercatat sebagai berikut, Banjir Pasie Laweh: 14 keluarga dievakuasi, dua rumah hanyut. Pohon tumbang Pasie Laweh (23/11): Jalan provinsi tertutup; jalan amblas 25 meter; sawah 3 hektare terdampak — penanganan dan survei telah dilakukan.
Koto Rantang: Pohon tumbang menutup jalan provinsi — kondisi kembali aman. Nan Tujuah (23/11): Longsor menutup akses sepanjang 5–8 meter — kendaraan masih bisa melintas.
Pagadih (24/11): Sejumlah titik jalan amblas dan tertutup material longsor; halaman kantor nagari terdampak — sebagian masih dalam penanganan. Nan Limo (25/11): Kedai tertimbun longsor; satu korban hilang (M. Daud, 35) — pencarian masih berlangsung.
Selain memaksimalkan penanganan lapangan, Bupati juga menginstruksikan seluruh camat dan wali nagari untuk mendirikan posko darurat di setiap nagari terdampak. Posko berfungsi sebagai pusat koordinasi, pengumpulan data, serta percepatan penyaluran bantuan.
Hingga saat ini, tercatat 13 kecamatan di Kabupaten Agam terdampak curah hujan tinggi dan bencana hidrometeorologi, sehingga kewaspadaan masyarakat kembali diimbau. (pry)






