AGAM/BUKITTINGGI

Satu Warga Palupuh Tewas Tertimbun Longsor, Pencarian dari Pagi hingga Sore

0
×

Satu Warga Palupuh Tewas Tertimbun Longsor, Pencarian dari Pagi hingga Sore

Sebarkan artikel ini
1000682241
LONGSOR— Kondisi rumah yang tertimbun longsor di Paninggiran Bawah, Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, yang menewaskan satu orang.

AGAM,METRO–Nasib tragis dialami salah seorang warga yang bermukim di pinggir bukit di Paninggiran Bawah, Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Pasalnya, ia tewas tertimbun longsor yang menerjang rumahnya pada Selasa pagi (25/11).

Bencana tanah longsor itu dipicu hujan lebat yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra Barat (Sumbar) sejak beberapa hari belakangan. Korban diketahui bernama M Daud (35) diduga tak sempat menyelamatkan diri lantaran longsor yang terjadi secara tiba-tiba.

Warga setempat bersama Tim SAR gabungan langsung berdatangan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban. Mereka bahu-membahu menggali material tanah yang meruntuhkan rumah korban. Hingga so­re, baru jenazah korban bisa ditemukan lalu dievakuasi.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono membenarkan adanya korban jiwa akibat bencana tanah longsor. Menurutnya, tanah longsor di kawasan itu terjadi saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (22/11) hingga Selasa (25/11).

Baca Juga  Pascacuti Kampanye Pilkada 2020, Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Jabal Nur

“Korban bernama Daud ditemukan meninggal di dalam rumahnya yang runtuh akibat tertimbun longsor. Poisisi rumah korban berada di tepi bukit. Longsor menerjang dari arah depan rumahnya,” kata Rahmat kepada wartawan.

Dijelaskan Rahmat Lasmono, proses pencarian terhadap korban melibatkan tim gabungan dari BPBD Agam, Polsek Palupuh, Koramil Palupuh,  pemerintah nagari, pemerintah kecamatan.

“Proses pencarian terhadap korban memakan waktu karena menggu­nakan alat manual. Jena­zah korban berhasil kita evakuasi pada Rabu sore. Se­telah itu, jenazah dibawa ke rumah keluarganya yang tak jauh dari lokasi,” tutur dia.

Dikatakan Rahmat Lasmono, 10 dari 16 kecamatan di Kabupaten Agam terdampak bencana banjir dan tanah longsor sejak cuaca ekstrem melanda. Kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Lubuk Basung, Palembayan, Ampek Nagari, Matur, Tanjung Raya, Tanjung Mu­tiara, Malalak, Ampek Ko­to, Banuhampu, dan Palupuh.

Baca Juga  1.287 Orang Jalani Isolasi Mandiri, Sekitar 1.381 Warga Berjuang Melawan Covid-19 di Kabupaten Agam

“Hingga kini, BPBD Agam bersama Basarnas dan Palang Merah Indonesia (PMI) Agam masih melakukan evakuasi warga terdampak banjir di Palembayan, Ampek Nagari, dan Tanjung Mutiara. Korban diungsikan ke lokasi lebih aman dari banjir dan kerugian materil dampak bencana ini masih didata,” katanya.

Terpisah, Camat Palupuah Nong Rianto mengatakan, peristiwa adanya warga yang tertimbun longsor diketahui setelah adanya laporan dari warga sekitar. Mendapat laporan tersebut tim Gabungan langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian  terhadap korban.

“Tidak itu saja longsor juga menimbun Jalan Lintas Sumatera Bukittinggi-Medan KM 30, sehingga akses Bukitinggi-Medan putus total. Dengan adanya korban jiwa akibat bencana ini, kami mengimbau masyarakat untukw waspada mengingat cuaca ma­sih turun hujan,” tutupnya. (pry)