PADANG, METRO–Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Sumbar merespons cepat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar. Di tengah kondisi darurat seperti itu, ratusan personel Brimob langsung dikerahkan untuk mengevakuasi dan membantu warga yang terdampak.
Operasi penyelamatan ini dimulai sejak Senin malam (24/11). Pengerahan personel ini dilakukan sebagai langkah sigap Satbrimob Polda Sumbar untuk mengatasi ancaman genangan air yang terus meningkat karena hujan lebat yang masih terus belangsung dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman SD Malik melalui Kabag Ops Satbrimob Polda Sumbar Kompol Doni Lisman mengatakan, ratusan personel ini dikerahkan ke kawasan-kawasan yang terjadi banjir di wilayah Sumbar.
“Tim Satbrimob dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak begitu laporan diterima. Prioritas utama operasi ini adalah mengevakuasi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas,” ungkap Kompol Doni, Selasa (25/11).
Dijelaskan Kompol Doni, selain evakuasi, personel Brimob juga melaksanakan serangkaian tugas penting lainnya, mulai dari pemantauan debit air, penyisiran permukiman yang terisolasi, hingga memastikan jalur evakuasi aman untuk dilewati.
“Tak hanya fokus pada keselamatan jiwa, Tim Brimob juga memberikan bantuan menyeluruh. Mereka turut membantu mengevakuasi barang-barang berharga milik warga, serta mendirikan titik pengungsian darurat di lokasi yang aman. Tim juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga yang terdampak bencana,” tutur dia.
Menurut Kompol Doni, Tim SAR Brimob Polda Sumbar terdiri dari personel yang terlatih dan berpengalaman dalam operasi penyelamatan, siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di tengah bencana alam seperti banjir.
“Dengan koordinasi yang baik antara instansi terkait dan warga sekitar, tim SAR Brimob berhasil mengevakuasi puluhan warga dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman. Komitmen dan dedikasi tim SAR Brimob Polda Sumbar dalam mengevakuasi warga terdampak banjir menjadi contoh nyata dari semangat pelayanan publik yang tinggi. Meskipun menghadapi kondisi yang sulit dan risiko yang tinggi, mereka tetap bersedia memberikan segala upaya untuk menyelamatkan dan memberikan bantuan kepada sesama di saat dibutuhkan,” Doni Lisman.
Dalam menghadapi ancaman banjir dan bencana alam lainnya, tegas Kompol Doni, koordinasi antar instansi dan dukungan dari masyarakat menjadi kunci dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
“Melalui sinergi dan gotong royong, diharapkan kita dapat menghadapi bencana alam dengan lebih tangguh dan dapat memulihkan kondisi masyarakat yang terdampak lebih cepat,” pungkasnya. (ped)






