METRO PADANG

Kejurnas Barongsai 2025 Bali, Sumbar Raih 1 Perak dan 1 Perunggu

2
×

Kejurnas Barongsai 2025 Bali, Sumbar Raih 1 Perak dan 1 Perunggu

Sebarkan artikel ini
KEJURNAS BARONGSAI— Atraksi atlet Barongsai Sumbar pada Kejurnas Barongsoi 2025 yang berlangsung di Prime Plaza Hotel Sanur, Sanur, Kota Denpasar, Bali, pada 22–24 November 2025.

PADANG, METRO–Kontingen Sumatera Barat meraih satu medali perak dan satu medali perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Barongsai 2025 yang digelar di Prime Plaza Hotel Sanur, Sanur, Kota Denpasar, Bali, pada 22–24 November 2025.

Medali perak dipersembahkan tim Barongsai Tradisional dari sasana Himpunan Tjinta Teman (HTT), sementara medali perunggu diraih tim Naga Taolu Bebas dari sasana Himpunan Bersatu Teguh (HBT).

“Anak-anak sudah berjuang sekuat tenaga dengan menampilkan kemampuan terbaik. Kita harus puas dengan raihan satu perak dan satu perunggu,” ujar Manajer Kontingen sekaligus Sekretaris FOBI Sumbar, Johnson Salean, Senin (24/11) malam.

Baca Juga  Lagi, 8 Pemuda Diduga Pungli Diamankan Polresta Padang

Kontingen Sumbar pada Kejurnas tahun ini diperkuat 40 perso­nel. Terdiri dari 11 atlet Barongsai Taolu Bebas yang turun pada enam kategori, 15 atlet Barongsai Tradisional pada tiga kategori, serta 13 atlet Naga Taolu Bebas yang bersaing di dua kategori.

Kejurnas Barongsai 2025 di Bali diikuti oleh sekitar 600 atlet dari 18 provinsi.  Kompetisi mempertan­dingkan 12 kategori, termasuk Ba­rongsai Tradisional, Taolu Bebas, Naga Halang-Rintang, serta nomor kecepatan dan ketangkasan.

“Kami bangga dengan sema­ngat juang anak-anak,  ini bukan akhir, tetapi pijakan awal untuk prestasi yang lebih besar,” tegas Johnson.

Baca Juga  Andre Rosiade: Gerindra Kirim Ribuan Sembako untuk Korban Longsor Sawahlunto

Kejurnas Barongsai 2025 menjadi salah satu kompetisi nasional bergengsi. Ketua Umum PB FOBI, Edy Kusuma, menyebutkan gelaran tahun ini diikuti 600 peserta 18 provinsi dan berlangsung dengan standar kompetisi yang me­ning­kat.

Menurut Edy Kusuma, Kejurnas tidak hanya menjadi ajang ukur kemampuan antarprovinsi, tetapi juga momen penting bagi pengembangan olahraga barongsai di Indonesia. (rom)