SOLOK/SOLSEL

Curah Hujan Tinggi, Warga di Bantaran Sungai Diminta Lebih Waspada

0
×

Curah Hujan Tinggi, Warga di Bantaran Sungai Diminta Lebih Waspada

Sebarkan artikel ini
DAMPAK BANJIR— Wakil Bupati Solok, Candra meninjau langsung dampak banjir yang terhadap warga akibat curah hujan yang tinggi melanda wilayah Kabupaten Solok sejak beberapa hari terakhir.

SOLOK, METRO–Meningkatnya intensitas curah hujan beberapa hari belakangan ini, me­micu tingginya debit air di sejumlah sungai dikawa­san Kabupaten Solok. Ma­syarakat pun diminta waspada terutama yang bermukim disepanjang bantaran sungai. Wakil Bupati Solok, Candra saat meninjau langsung kondisi warga yang terdampak banjir mengatakan, semua pihak diminta waspada mengingat kondisi cuaca buruk yang belakangan ini terjadi.

Candra berdialog de­ngan warga mengenai kebutuhan mendesak pasca banjir, mulai dari kerusakan rumah, lahan pertanian yang rusak, hingga akses jalan yang tertutup material lumpur.  “Kami datang ke sini untuk memastikan Pemerintah Ka­bupaten Solok hadir bersama masyarakat dalam sua­sana apapun. Kita akan urus bantuan darurat yang dibutuhkan dan rencana pemulihan agar perekonomian warga bisa kembali hidup normal secepatnya,” ujarnya

Dia menegaskan bahwa penanganan pasca ben­cana harus dilakukan dengan koordinasi yang solid antara pemerintahan nagari, kecamatan, dan kabupaten. Mulai dari pengungsian sementara jika di­butuh­kan, pembersihan material banjir, pemulihan infrastruktur, hingga pe­nanganan lahan pertanian terdampak.

Ia juga mengapresiasi kerja cepat tim BPBD Kabupaten Solok, perangkat nagari, dan unsur ma­sya­rakat dalam membantu penyebaran informasi sehingga jatuhnya korban bisa dihindari dan pembersihan lokasi banjir dengan semangat gotong royong.  “Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana sewaktu-waktu, maka ma­syarakat diimbau tetap waspada terutama di wi­layah bantaran sungai, lereng perbukitan, dan titik rawan longsor,” tegasnya.

Kabid BPBD Kabupaten Solok, Indra Muchsis, menyampaikan bahwa pihaknya telah memulai pe­me­taan wilayah terdampak sambil menyiapkan langkah tindak lanjut.  “Pem­kab Solok melalui tim BPBD telah memetakan sejumlah titik rawan bencana dan memastikan akses air, listrik, dan ketersediaan bahan pokok bagi warga jika terdampak. Semua unsur bergerak agar bencana tertangani dengan cepat dan warga mendapatkan kebutuhan dasar tanpa hambatan,” ungkap Indra.

Ia menambahkan BPBD akan terus melakukan pemantauan lapangan, terutama di kawasan berisiko tinggi untuk mencegah jatuhnya korban serta memastikan evakuasi berjalan aman apabila ada potensi bencana susulan. Gelombang bencana seperti banjir bandang, banjir luapan sungai, dan tanah longsor telah terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Solok. Menyikapi hal tersebut, pemerintah meminta ma­syarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Wabup mengimbau a­gar masyarakat meng­u­rangi aktivitas di luar rumah ketika hujan deras, menghindari perjalanan jauh jika tidak mendesak, menjauhi bantaran sungai dan tebing rawan longsor, melapor cepat ke pemerintahan nagari atau BPBD jika melihat tanda-tanda potensi bencana.  “Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Mari sa­ling menjaga dan memper­kuat koordinasi agar kita mampu melewati kondisi ini dengan baik,” ucap Wa­bup Candra.

Pemerintah Kabupaten Solok memastikan bahwa seluruh upaya penanga­nan, pemulihan, dan pendataan kerusakan akan dilakukan secara terstruktur untuk membantu ma­sya­rakat bangkit kembali se­telah bencana. Pemerintah juga mengajak seluruh pihak tetap tenang, was­pada, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum pasti kebenarannya. (vko)