PAYAKUMBUH/50 KOTA

Kegiatan Preventif dan Edukatif Minimalisir Pelanggaran Lalin 

0
×

Kegiatan Preventif dan Edukatif Minimalisir Pelanggaran Lalin 

Sebarkan artikel ini
EDUKASI—Kasat Lantas Polres Payakumbuh, AKP Yuliarman saat memberikan edukasi kepada pengendera motor.

PAYAKUMBUH, METRO–Operasi Zebra Singgalang 2025 yang digelar Polres Payakumbuh menunjukkan hasil menggembirakan. Selama tiga hari pelaksanaan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Payakumbuh memfokuskan diri pada kegiatan preventif dan edukatif, sehingga angka pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan signifikan di­bandingkan tahun sebelumnya.

Kapolres Pa­ya­kum­buh,­ AKBP Ricky Ricardo melalui Kasat Lantas Polres Payakumbuh, AKP Yu­liarman mengatakan o­perasi tahun ini menekankan pendekatan melalui penyuluhan dan sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat.  “Fokus kami bukan hanya menindak, tetapi menanamkan kesadaran. Tahun ini pen­dekatan edukatif diperluas, baik melalui media maupun turun langsung ke masyarakat,” kata Kasat Lantas Polres Payakumbuh, AKP Yuliarman kepada wartawan baru-baru ini.

Ia menambahkan Satlantas Polres Payakumbuh secara masif melakukan kegiatan pembinaan dan penyuluhan (Binluh & Penluh) yang menyasar ber­bagai kalangan, mulai dari komunitas otomotif, pelajar, mahasiswa, hingga karyawan perusahaan. “Pada Ops Zebra Singgalang 2025 ini, kami juga sosialisasi ke Sekolah dan Kampus dan juga sosia­lisasi ke Perusahaan/Pa­brik,” ungkapnya.

Selain itu, Satlantas Polres Payakumbuh juga memasang media imba­uan di berbagai lokasi strategis, seperti spanduk (7 buah), leaflet (150 lembar), stiker (150 lembar), dan billboard (1 unit)

Jumlah teguran pun mengalami penurunan, dari 211 teguran di tahun 2024 menjadi 161 teguran di tahun 2025. Lalu untuk tilang juga mengalami penurunan, dari 60 tilang manual ditahun 2024 menjadi 29 tilang manual ditahun ini.  “Kami melihat masyarakat mulai memahami pentingnya keselamatan. Penurunan teguran menjadi indikator po­sitif,” ungkap Kasat Lantas.

Data pelanggaran lalu lintas menunjukkan penurunan yang signifikan. Total pelanggaran kenda­raan roda dua (R2) turun dari 54 kasus di tahun 2024 menjadi 26 kasus di tahun 2025.

“Pelanggaran didominasi oleh tidak memakai helm SNI,  12 kasus dan pelanggaran lainnya sebanyak 8 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, pelanggaran kendaraan roda empat (R4) juga menurun, dari 6 kasus di tahun 2024 menjadi 3 kasus di tahun 2025, dengan pelanggaran utama adalah tidak menggunakan safety belt.

AKP Yuliarman optimis bahwa capaian ini adalah sinyal positif dari meningkatnya kesadaran masyarakat Payakumbuh terhadap pentingnya tertib berlalu lintas. “Operasi Zebra bukan sekadar penertiban, tetapi momentum untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Kami akan terus meng­gencarkan edukasi agar angka kecelakaan dapat ditekan secara berkelanjutan,” harapnya. (uus)