AGAM, METRO – Sebanyak 82 orang perwakilan setiap nagari yang ada di Kabupaten Agam mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas kader Penggerak Nagari Madani (GNM) di Hotel Sakura Syariah, Lubuk Basung, Senin (29/4). Acara yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari selama tiga hari itu, dibuka oleh Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria Dt. Tumangguang Putiah, didampingi Kepala (DPMN) Agam, Teddy Martha. Bertindak sebagai narasumber Henmaidi, Dosen Teknik Indusdtri Universitas Andalas (Unand) dan Sufria Asdel.
”Pelatihan ini diperlukan untuk memberikan pemahaman yang konkrit tentang nagari madani. Apa tujuannya, bagaimana penerapan serta menggerakan partisipasi semua pihak, dan siapa saja yang terlibat,” ujar wabup mengawali sambutannya.
Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan kemampuan menganalisis informasi dan mendorong partisipasi masyarakat dan stakeholder untuk pengamalan nilai-nilai keislaman yang selaras dengan sandi di Minangkabau yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Berkaitan dengan penyelenggaraan, peran pemerintah nagari dalam mewujudkan Nagari Madani terutama terlihat pada tiga aspek. Diantaranya, mengatur masyarakat, dengan menerapkan aturan-aturan yang berlaku agar kehidupan berjalan secara tertib dan baik. Mewujudkan pemerintahan nagari yang kuat, serta memberikan ruang yang lebih kepada tokoh adat serta tokoh agama agar lebih berperan dalam mewujudkan masyarakat madani.
Teddy Martha mengatakan, kegiatan ini akan digelar selama tiga hari, mulai dari 29 April hingga 1 Mai 2019. Dengan Materi yang disampaikan dalam pelatihan Kader GNM ini diantaranya, Kebijakan Pemkab Agam dalam pembangunan Nagari Madani, konsep kriteria dan pengukuran Nagari Madani. (pry)





