METRO SUMBAR

Gambir Pasaman Kualitas Ekspor, Bupati Upayakan Mesin Pres Gambir 2026

1
×

Gambir Pasaman Kualitas Ekspor, Bupati Upayakan Mesin Pres Gambir 2026

Sebarkan artikel ini
DIALOG— Bupati Pasaman Welly Suhery berdialog dengan petani, tokoh masyarakat, pemuka adat, dan generasi muda di Mapattunggul Selatan, sebagai satu-satunya kecamatan penghasil gambir Pasaman.

PASAMAN, METRO– Gambir Pasaman terus menunjukkan posisi stra­tegis sebagai salah satu komoditas unggulan Suma­tera Barat. Dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Mapattunggul Selatan, kemarin.  Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan bahwa gambir Pasaman memiliki kualitas yang mam­pu menembus pasar ekspor sehingga layak dikelola lebih optimal untuk mendorong ekonomi ma­syarakat.

Disebutkan Welly bahwa Mapattunggul Selatan merupakan satu-satunya kecamatan penghasil gam­bir Pasaman, sehingga potensi ini perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan warga dan daerah. Bahkan rencananya Kementerian Pertanian RI  bakal membangun pabrik pengolahan gambir di Kabupaten Li­mapuluh Kota, yang menurutnya akan memperlancar akses komoditas tersebut menuju pasar internasional. “Ini menjadi peluang bagi kita untuk memperkuat nilai jual gambir Pasaman,” ucap Welly sa­at berdialog dengan petani, tokoh masyarakat, pemuka adat, dan generasi mu­da di Mapattunggul Selatan.

Ia menyampaikan optimisme bahwa keberadaan pabrik tersebut tidak hanya mempermudah pema­saran, tetapi juga memperkuat nilai tambah dan daya saing gambir Pasaman. “Kesempatan ini sa­ngat berharga, jadi mari kita manfaatkan sebaik mungkin,” tegasnya, disambut antusias ma­sya­rakat.

Baca Juga  Satpol PP Damkar Imbau Peserta Pemilu Tertib Pasang APS

Bupati Welly mengingatkan bahwa hanya tiga daerah di Sumbar—Li­ma­puluh Kota, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Pasaman ­yang memproduksi gambir dalam skala besar. Karena itu, ia meminta masyarakat Muaro Sungai Lolo dan Mapattunggul Selatan untuk fokus mengembangkan komoditas bernilai stra­­­tegis tersebut.

Ia menyoroti data Dinas Pertanian yang me­nunjukkan Pasaman memiliki 630 hektare lahan gambir dengan produktivitas 350 kilogram per hektare sekali panen. Total produksi gambir Pasaman bahkan dapat mencapai 182,4 ton. “Potensi ekonominya sangat besar dan siap kita gerakkan. Pemkab Pasaman akan mendukung penuh upaya pengembangannya­,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Kepala Jorong 3 Pangian, Abdul Gafar, menyampaikan bahwa kualitas gambir Pasaman hasil produksi masyarakatnya telah memenuhi standar ekspor. Namun, mereka membutuhkan alat produksi yang memadai untuk menjaga kualitas dan meningkatkan efisiensi. “Pro­duksi gambir masyarakat di sini sudah setara ekspor. Karena itu, kami memohon bantuan alat pres gambir. Satu kebun bisa menghasilkan 120 kilogram dalam satu minggu dengan tiga pekerja. Secara total, Mapattunggul Selatan mampu meng­ha­silkan 3 ton per minggu,” je­­lasnya. Untuk memper­kuat kapasitas produksi, Abdul Gafar meminta Pem­kab Pasaman menyediakan tujuh unit alat pres bagi petani atau kelompok tani. “Ka­mi sangat membutuhkan mesin pres ini,” tutur­nya.

Baca Juga  Nagari Sumpu Dipersiapakan untuk Ajang Anugrah Desa Wisata

Menanggapi hal tersebut, Bupati Welly menyampaikan bahwa Pem­kab Pa­saman sudah me­ngajukan pengadaan se­puluh unit mesin pres gambir ke kementerian untuk Tahun Anggaran 2026. “Usulan ini sudah kita masukkan untuk direalisasikan pada 2026,” tandasnya. (ped/rel)