PAYAKUMBUH, METRO–Bagi Irawati (41), warga asal Payakumbuh, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan adalah sahabat sejati yang hadir saat dibutuhkan. Bersama JKN, ia merasa tenang karena semua kebutuhan kesehatan dapat ditangani tanpa kekhawatiran berlebihan tentang biaya.
Tahun 2018 lalu, Irawati mulai sering merasakan gejala, seperti lemas, pusing, pandangan berkunang-kunang dan tubuh terasa dingin. Awalnya ia mengira gejala tersebut muncul karena aktivitas rumah tangga yang padat, tetapi gejala tersebut semakin sering muncul, hingga membuat ia jatuh pingsan.
“Saat itu, tubuh saya menggigil hebat hingga jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri selama 6 jam. Saat sadar, ternyata saya sudah terbaring dan diinfus di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh, serta sempat timbul rasa cemas akan biaya pengobatannya,” cerita Irawati.
Di tengah kekhawatiran itu, Irawati merasa bersyukur karena dirinya dan seluruh anggota keluarga telah terdaftar sebagai peserta aktif JKN. Setelah menjalani pemeriksaan oleh dokter, ia didiagnosis mengalami tekanan darah rendah atau hipotensi, yang memerlukan pemantauan rutin dan penyesuaian pola hidup.
Setiap kali Irawati menjalani kontrol rutin di rumah sakit, ia mendapatkan pemeriksaan tensi, konsultasi dokter, serta obat atau vitamin sesuai kebutuhan. Semua layanan dapat diakses tanpa pungutan biaya tambahan, selama kepesertaan JKN-nya aktif dan mengikuti prosedur dengan benar.
“Saya tidak bisa membayangkan jika harus membayar sendiri biaya kontrol dan obatnya setiap bulan. Tetapi dengan adanya BPJS Kesehatan, semua biaya pengobatan gratis dan layanan kesehatan dapat diakses dengan mudah, sehingga membuat saya tenang,” ujar Irawati.
Menurutnya, pihak rumah sakit juga melayani peserta JKN dengan baik dan memberikan informasi yang sangat jelas mengenai kondisi penyakitnya. Administrasinya juga sederhana, cukup menunjukkan KTP atau kartu JKN digital dari aplikasi Mobile JKN.
Selain merasakan manfaat untuk dirinya sendiri, Irawati juga menyaksikan langsung bagaimana BPJS Kesehatan membantu adiknya, yang melahirkan bayi kembar pada tahun ini. Proses kehamilan adiknya yang memasuki kategori risiko tinggi membuat keluarga sempat merasa cemas, terutama mengenai biaya persalinan dan perawatan bayi.
Irawati menilai, BPJS Kesehatan selalu mendampingi perawatan adiknya, mulai dari pemeriksaan kehamilan hingga proses persalinan, tanpa harus memikirkan beban biaya. Proses persalinanya pun berjalan lancar dan kedua bayi lahir dengan sehat berkat layanan kesehatan yang berkualitas.
“Adik saya melahirkan dengan prosedur caesar dan biaya perawatan bayi kembar biasanya juga besar, apalagi kalau butuh observasi lebih lama. Tetapi waktu itu, semuanya dijamin oleh BPJS Kesehatan dan adik saya hanya perlu fokus pada pemulihan dan perawatan bayi-bayinya,” kenang Irawati.
Irawati mengatakan bahkan setelah pulang dari rumah sakit, adiknya tetap dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan bayi secara berkala di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Ini menjadi bentuk perlindungan menyeluruh sejak bayi dilahirkan, sehingga bayi bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat ke depannya. (uus)






