PAYAKUMBUH/50 KOTA

Petakan Talenta ASN, Pemko Perkuat Kebijakan Agenda Reformasi Birokrasi

0
×

Petakan Talenta ASN, Pemko Perkuat Kebijakan Agenda Reformasi Birokrasi

Sebarkan artikel ini
IKUTI RAKORNAS— Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat mengikuti Rakornas Kepegawaian 2025.

POLIKO, METRO–Pemko Payakumbuh memperkuat arah kebijakan dengan menyelaraskan agenda reformasi birokrasi nasional setelah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian 2025 yang digelar BKN di Pullman Central Park, Jakarta, ba­ru-baru ini. Kehadiran Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam forum nasional tersebut menjadi penanda bahwa Payakumbuh siap bergerak mengikuti arah kebijakan yang dicanangkan peme­rintah pusat, khususnya dalam mewujudkan Asta Cita ke-4.

Zulmaeta menyebut sembilan kebijakan baru BKN dan data terbaru kondisi ASN nasional menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang lebih modern dan adaptif. “Reformasi birokrasi tidak boleh berhenti di tataran pusat. Payakumbuh akan menindaklanjuti seluruh arahan BKN untuk memperkuat tata kelola kepegawaian, memetakan ta­lenta ASN secara lebih terstruktur, serta mempercepat automasi laya­nan kepegawaian,” kata Wako Zulmaeta.

Ia menegaskan bahwa layanan kepegawaian yang cepat dan responsif kini menjadi kebutuhan men­desak, terutama bagi kota yang sedang bergerak memperkuat pembangu­nan infrastruktur, layanan dasar, dan sektor ekonomi. “Kebijakan seperti automasi kenaikan pangkat, penyederhanaan uji kom­petensi, dan penguatan manajemen talenta akan segera kami adaptasi. Ini penting untuk memastikan ASN Payakumbuh be­kerja dalam ritme baru yang efisien dan berbasis kinerja,” ujarnya.

Menurut Zulmaeta, se­jumlah kebijakan yang disampaikan Kepala BKN, mulai dari pemetaan talenta hingga independensi seleksi JPT, akan berdampak langsung pada efektivitas birokrasi di tingkat daerah. Rakornas 2025 menegaskan kembali bahwa jumlah ASN nasional saat ini mencapai 5.588.245 orang, dengan komposisi 64 persen PNS dan 36 persen PPPK.

Data tersebut menjadi dasar bagi daerah seperti Payakumbuh untuk memperkuat perenca­naan kebutuhan ASN dan redistribusi tugas. Wako menilai bahwa Asta Cita, terutama agenda reformasi bi­rokrasi, menjadi peluang bagi daerah untuk memperbaiki kualitas pemerintahan. “Bi­rokrasi yang kuat akan menghasilkan pelayanan publik yang kuat. Payakumbuh akan menempatkan reformasi ini sebagai a­genda prioritas daerah,” katanya.

Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh nasional, termasuk Ignatius Jonan dan Menteri Sosial RI Sai­fullah Yusuf, memberikan perspektif global mengenai kebutuhan birokrasi yang adaptif, inovatif, dan responsif.

Zulmaeta menilai per­spektif yang disampaikan sejumlah tokoh tersebut sangat penting bagi daerah. “Kota seperti Payakumbuh tidak boleh me­nunggu perubahan. Kami harus membaca arah kebijakan pusat dan bergerak cepat. Rakornas ini memberikan peta jalan yang jelas,” tutupnya.

Kepala BKN Prof. Zu­dan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa BKN tengah mengakselerasi implementasi Asta Cita ke-4, yakni reformasi hukum, birokrasi, dan tata kelola pemerintahan. Reformasi yang dimaksud diarahkan untuk melindungi, memudahkan, dan mem­ba­hagiakan ma­sya­rakat me­lalui perubahan regulasi dari pendekatan re­presif menuju responsif.

Ia mencontohkan trans­formasi sistem ke­uangan dari wesel pos hingga era keuangan digital, serta revolusi telekomunikasi yang memungkinkan komunikasi anytime, anywhere melalui smartpho­ne. “Reformasi itu nyata dan terus bergerak. Bi­rokrasi harus mampu me­ngikuti laju tersebut,” pung­kasnya. (uus)