BERITA UTAMA

Habisi “Lansir” di Sumbar, Andre Rosiade Desak Pemerintah dan Pertamina Bentuk Satgas Gabungan Berantas Mafia BBM

1
×

Habisi “Lansir” di Sumbar, Andre Rosiade Desak Pemerintah dan Pertamina Bentuk Satgas Gabungan Berantas Mafia BBM

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, METRO–Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, mendesak Perta­mina dan pemerintah pusat se­gera membentuk satuan tugas (sat­gas) gabungan yang secara khusus menangani penegakan hukum terhadap praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ber­sub­sidi. Desakan itu ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan jajaran Direksi Pertamina di Ja­karta, Rabu (19/11).

Andre mengungkapkan, meski kuota BBM subsidi untuk Sumatra Barat (Sumbar) telah dinaikkan sebesar 15 persen pada November, antrean panjang di SPBU masih terus terjadi. Ia menilai persoa­lan tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan, melainkan ulah mafia BBM yang menjalankan praktik penyelewengan di lapangan.

Menurut Andre, modus yang umum dilakukan para pelaku adalah menggu­na­kan mobil-mobil tua yang dimodifikasi dengan tangki besar, dikenal masya­rakat sebagai ‘mobil lansir, untuk membeli BBM dalam jumlah ratusan liter.

“Pertamina sudah mem­blokir nomor-nomor polisi kendaraan itu. Dari laporan Sales Area Manager, sudah ada sekitar 3.500 nomor kendaraan yang diblokir di Sumatra Barat, dan hampir 400.000 secara nasional,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR pada RDP yang dihadiri Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan jajaran direksi lainnya.

Baca Juga  L’ile Chocolate Hari ini Soft Opening, Pabrik Cokelat Sumbar, 100 Persen Bahan Lokal

Namun, Andre menilai pemblokiran nomor polisi saja tidak cukup. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap para pelaku dan aktor yang membekingi aksi mafia BBM harus dilakukan secara tegas. “Ini tidak cukup. Harus ada penegakan hukum. Orangnya harus ditang­kap, bukan hanya sopirnya, tapi juga oknum-oknum di belakangnya,” tegas Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) pada rapat yang dipimpin Ketua Komisi VI Anggia Erma Rini.

Untuk memperkuat pe­nga­wasan dan penindakan, Andre mengusulkan pembentukan satgas pe­ne­gakan hukum yang melibatkan Pertamina, Kementerian ESDM, Kemen­dagri, kepolisian, serta unsur TNI seperti Polda dan Korem di daerah. Ia menegaskan pentingnya dukungan pe­nuh pemerintah untuk me­nindak siapa pun yang membekingi ma­fia BBM. “Ini yang disebut Pak Presiden Prabowo kebocoran itu. Presiden su­dah bilang, siapa pun backing-nya, mau jenderal mana pun, tetap disikat,” ujar Andre.

Baca Juga  PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 6 Desember, Airlangga: Capaian Vaksinasi jadi Indikator

Dalam kesempatan itu, Andre juga menyoroti persoalan infrastruktur penyimpanan BBM di Sumbar yang dinilainya rentan. Saat ini, daerah tersebut hanya mengandalkan satu storage di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Jika terjadi gangguan, suplai BBM harus dialihkan melalui jalur darat dari Pekanbaru atau Jambi.

Ia kembali meminta Pertamina mempercepat kajian dan realisasi pembangunan storage tambahan di wilayah Pasaman Barat, terutama di Air Ba­ngis, untuk memastikan pa­sokan BBM bagi ma­sya­rakat lebih aman dan stabil. Pembangunan storage baru tersebut, kata Andre, akan mendukung pemerataan ekonomi dan memperkuat ketahanan energi di Sumatera Barat. (*)