BERITA UTAMA

Ekonomi Dorong MBG Libatkan UMKM Agar Merata

0
×

Ekonomi Dorong MBG Libatkan UMKM Agar Merata

Sebarkan artikel ini
3 25
ILUSTRASI— Program makan bergizi gratis (MBG).

JAKARTA, METRO–Visi Presiden RI Prabowo Subianto yang mendo­rong pemerataan ekonomi dinilai sudah tepat. Sebab, ketimpangan pendapatan penduduk di Indonesia tergolong masih tinggi. Butuh upaya khusus untuk me­meratakan kesejahteraan. Salah satu program yang dapat menciptakan peme­rataan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).

Demikian disampaikan Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Didin S Damanhuri, dalam Seminar Nasional Proyeksi Eko­nomi Indonesia 2026: Menata Ulang Arah Ekonomi Berkeadilan di Jakarta, Kamis (20/11).

Didin menekankan, program MBG harus melibatkan sebanyak mungkin pe­laku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). De­ngan begitu, dampak eko­nomi dari program MBG dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Baca Juga  Rapat Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi, DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD TA 2025

“Pelaksanaan MBG ha­rus sebisa mungkin melibatkan para pelaku UMKM, sebanyak-banyaknya pe­laku UMKM. Itu prinsip ke­adilannya,” kata Didin.

Dia pun menyoroti Asta Cita pemerintahan Prabowo, terutama poin ke-6 yang mencita-citakan pemerataan ekonomi. Agar program MBG ini sejalan dengan poin ke-6 Asta Cita, Didin berpendapat bahwa Prabowo perlu membuat arahan yang lebih jelas dan terperinci. Salah satu yang perlu ditegaskan adalah pelibatan UMKM sebesar-besarnya dalam program MBG.

“Cita-cita Presiden Prabowo ingin pertumbuhan lewat pemerataan, maka orientasi pemba­ngunan inklusif harus dirinci. Misalya untuk MBG, cita-cita menurunkan stunting harus ada persiapan dan melibatkan sebanyak-ba­nyaknya UMKM,” ucap­nya.

Selain program MBG, Didin menyatakan bahwa program-program prioritas Prabowo lainnya seperti swasembada pangan, serta penempatan dana Rp 200 triliun di bank-bank BUMN juga dapat dioptimalkan manfaatnya untuk kesejahteraan rakyat.

Baca Juga  Parah! Garin Masjid 2 Kali Cabuli Gadis Disabilitas

Terkait dana Rp 200 tri­liun yang ditempatkan pemerintah di bank-bank BUMN misalnya, Didin menyarankan agar penyaluran kredit dari dana tersebut diprioritaskan untuk pengembangan dan penguatan UMKM.

Kemudian mengenai program swasembada pa­ngan, menurut Didin, ini akan berdampak nyata apabila pemerintah memberdayakan para petani untuk mewujudkannya.

“Program Food Estate, petani harus jadi core utama swasembada pangan. Harus di-setting di setiap daerah petaninya sudah terlatih. Kalau masalah tanahnya sempit, bisa konsolidasi lahan,” jelas Didin. (jpg)