AGAM/BUKITTINGGI

Satu-satunya Kabupaten di Sumbar, Padangpariaman Berhasil MasukNomisasi IGA 2025

0
×

Satu-satunya Kabupaten di Sumbar, Padangpariaman Berhasil MasukNomisasi IGA 2025

Sebarkan artikel ini
ARAHAN— Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis saat berikan arahan pada acara kemarin.

PDG.PARIAMAN METRO–Kabupaten Padangpa­riaman, kemarin,  kembali mencatat sejarah sebagai satu-satunya kabupaten di Sumatera Barat yang berhasil masuk dalam nominasi Innovative Government Award (IGA) 2025 dari Kementerian Dalam Negeri RI.  Hari ini, tim penilai va­lidasi lapangan IGA 2025 tiba di Padangpariaman untuk melakukan verifikasi langsung terhadap dua inovasi unggulan daerah ini.

Tim yang terdiri dari Amos Prima Gracianto, S.T., M.Sc., M.P.W.K. dari Bappenas dan Awan Yanuarko dari BSKDN Kemendagri, didampingi Kepala Balitbang Provinsi Sumbar dan jajaran, langsung disambut oleh Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis, Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Sekda Rudy R. Rilis, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, serta kepala perangkat daerah.

Tim penilai melakukan validasi lapangan terhadap dua inovasi unggulan Pa­dangpriaman yaitu PA­MOR (Pengembangan Pariwisata Melalui Olahraga Rekreasi) dan SIKAP (Sistem Informasi Kinerja Aparatur) Rombongan bergerak menuju lokasi Cam Lestari Alam Rafting di Nagari Anduriang, Korong Balah Aia, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam—salah satu titik objek inovasi PAMOR.

Sementara Bupati John Kenedy Azis menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa nominasi ini merupakan bukti bahwa Padangpariaman terus bergerak maju. “Kami sa­ngat berterima kasih atas penilaian ini. Saya punya firasat kuat, Padangpariaman akan berhasil dan masuk peringkat dua besar nasional IGA 2025,” ujar Bupati dengan optimis.

Ia menambahkan bahwa inovasi bukan hanya slogan, tetapi sudah menjadi budaya kerja pemerintah daerah.

Perwakilan BSKDN, A­wan Yanuarko, mengapresiasi konsistensi Padang Pariaman yang terus tam­pil sebagai daerah inovatif.

“Komitmen kepala da­erah adalah kunci. Dan kami melihat komitmen itu sangat kuat di Padangpa­riaman. Ini sudah keempat kalinya Padangpariaman menunjukkan konsistensi inovatifnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa validasi lapangan ini pen­ting untuk mencocokkan data dan fakta dari paparan yang telah disampaikan sebelumnya di Jakarta.

Dalam sesi pemaparan, M. Fadhly sebagai inisiator PAMOR menjelaskan ba­gai­mana sport tourism mam­pu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, Sekretaris Dinas Kominfo Andri Satria Masri mempresentasikan inovasi SIKAP, sebuah a­plikasi pemantauan kinerja ASN berbasis teknologi dengan fitur biometrik, GPS, dan face recognition. Aplikasi ini telah menghemat anggaran hingga Rp3 miliar dan bisa direplikasi daerah lain. Penghematan terjadi jika sistem absensi menggunakan finger print dengan harga Rp5 juta/unit dikalikan 600 unit kerja.

Sebelumnya, pada tahap presentasi di Jakarta, Wakil Bupati Rahmat Hidayat telah menyampaikan capaian luar biasa Pa­dangpariaman. Jumlah inovasi daerah me­lonjak dari 75 inovasi (2018) menjadi lebih dari 300 inovasi (2024). “Ini bukti aparatur kita semakin kreatif, responsif, dan berorientasi hasil,” ujar Rahmat.

SIKAP (Digital Governance)

Memantau kinerja ASN secara real-time, Terintegrasi dengan SIMPEG, Me­ngurangi potensi kecurangan absensi dan Efisiensi anggaran hingga Rp 3 mi­liar dan mendukung reformasi birokrasi dan pencegahan korupsi PAMOR (Sport Tourism)

Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Menggerakkan komunitas olahraga dan desa wisata, kegiatan: bersepeda, arung jeram, pacu kuda, parala­yang, dan tandem gantole, Meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan masyarakat Program PAMOR juga sejalan de­ngan misi RPJMD dan Asta Cita Nasional dalam memperkuat ekonomi daerah.

Validasi lapangan ini merupakan tahap akhir sebelum pengumuman IGA 2025 yang dijadwalkan pa­da 2–5 Desember 2025. Dengan capaian inovatif yang semakin kuat setiap tahun, Bupati John Kenedy Azis me­nyatakan keyakinannya bahwa Padangpa­riaman mam­pu meraih posisi terbaik dalam IGA 2025, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang inovatif, efisien, dan berpihak kepada ma­sya­rakat. (efa)