PAYAKUMBUH/50 KOTA

BPJS Kukuhkan Finalis Duta Muda BPJS Kesehatan 2025

0
×

BPJS Kukuhkan Finalis Duta Muda BPJS Kesehatan 2025

Sebarkan artikel ini
DUTA MUDA BPJS— Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti bersama duta JKN pada peringatan Hari Kesehatan Nasional.

PAYAKUMBUH, METRO –BPJS Kesehatan resmi mengukuhkan para finalis Duta Muda BPJS Kesehatan 2025 dalam Malam Penganugerahan Duta Muda BPJS Kesehatan. Para finalis yang berasal dari seluruh Indonesia ini dinobatkan sebagai figur inspiratif yang akan menjadi penggerak literasi dan edukasi Program JKN di kalangan generasi muda.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengapresiasi seluruh finalis yang telah menunjukkan komitmen, kreativitas, dan kepedulian terhadap Program JKN. Ba­ginya, Duta Muda BPJS Kesehatan telah membuktikan kontribusi nyata melalui gagasan kreatif, kampanye solutif, dan aksi sosial yang memberi dam­pak positif bagi masya­rakat.

“Generasi muda me­rupakan segmen yang paling aktif dan berpe­ngaruh di ruang publik digital. Berdasarkan La­poran Digital Indonesia 2025 (DataReportal, Februari 2025), dari 143 juta pengguna media sosial di Indonesia, kelompok usia 13-24 tahun menjadi pengguna paling dominan. Fakta tersebut sejalan dengan data BPJS Kesehatan per November 2025 yang me­nunjukkan bahwa kelompok usia 15-19 tahun merupakan komposisi peserta terbanyak Program JKN,” terang Ghufron di Jakarta, Rabu (19/11).

Menurut Ghufron, ge­nerasi muda merupakan key opinion leader di era digital yang memiliki peran strategis dalam me­nyebarkan informasi publik dan meningkatkan lite­rasi kesehatan. Program Duta Muda BPJS Kesehatan dirancang sebagai wadah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap JKN sejak dini.

Ghufron menambahkan, Duta Muda BPJS Ke­sehatan mendapatkan pem­binaan intensif agar mampu menjadi agent of cha­nge yang dapat menge­dukasi teman sebaya dan lingkungan sekitarnya dengan cara kreatif, relevan, dan mudah dipahami. Ia menambahkan, mereka tidak hanya diharapkan mampu menyebarkan informasi dan edukasi me­ngenai Program JKN de­ngan cara kreatif, tetapi juga menjadi motor penggerak perilaku hidup sehat.

“Salah satu gerakan yang ditekankan adalah pentingnya aktivitas fisik teratur, terutama bagi peserta JKN penderita penyakit kronis seperti hi­pertensi dan diabetes. BPJS Kesehatan saat ini mendorong penerapan Gerak Sehat Peserta Prolanis (GSP 3-3-5), yaitu metode olahraga sederhana selama 30 menit yang terdiri dari tiga menit jalan cepat untuk mengaktifkan jantung dan metabolisme diikuti tiga menit jalan santai sebagai pemulihan, dan pola tersebut diulang sebanyak lima kali,” kata Ghufron.

Metode ini mengadopsi konsep Interval Walking Training (IWT) yang di­kembangkan di Jepang dan telah terbukti mampu menurunkan tekanan da­rah, menstabilkan kadar gula darah, meningkatkan kebugaran dan kualitas tidur, serta mengurangi risiko komplikasi penyakit kronis. Ghufron menyampaikan bahwa GSP 3-3-5 bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan bentuk komitmen bersama untuk hidup lebih sehat, lebih aktif, dan lebih sadar akan pentingnya pencegahan. Ia mengajak peserta JKN, komunitas Prolanis, serta keluarga dan masyarakat umum untuk memulai langkah sederhana namun bermakna ini bersama-sama. Gerakan kecil seperti ini, menurutnya, akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.

“Nilai-nilai Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif (INISIATIF) di BPJS Kesehatan juga menjadi fondasi penting bagi Duta Muda BPJS Kesehatan dalam menjalankan peran mereka. Kami berharap Duta Mu­da BPJS Kesehatan dapat menjadi wajah BPJS Kesehatan di mata publik dan membantu menyebarkan informasi penting mengenai JKN secara masif dan optimal,” tegas Ghufron.

Melalui program ini, BPJS Kesehatan mendorong terciptanya generasi muda yang berani ber­inovasi, mampu menjadi jembatan informasi, dan hadir sebagai penggerak kesadaran JKN di ma­syarakat. Ghufron menambahkan, para finalis menunjukkan energi positif generasi muda dalam memperkuat ekosistem komunikasi publik Program JKN.

Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Nunung Nuryartono, men­dukung penuh pe­nye­lenggaraan Duta Mu­da BPJS Kesehatan. Ia me­nyatakan bahwa DJSN sangat mendukung keterlibatan anak muda dalam menyebarkan pemahaman Program JKN agar manfaatnya semakin dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “DJSN bersama BPJS Ke­sehatan telah menyiapkan kurikulum lite­rasi JKN di tingkat SM­A/SMK/MA sebagai upaya memberikan edukasi sejak dini mengenai pentingnya ja­minan kesehatan. Selain itu, modul kurikulum di tingkat perguruan tinggi juga telah disiapkan untuk memperkuat pemahaman generasi muda saat memasuki jenjang pendidikan tinggi,” kata Nunung.

Adapun kedua belas finalis Duta Muda BPJS Ke­sehatan adalah, Suci Maylaf Humairah dari SMA Negeri Modal Bangsa A­run, Rafin Haziqi dari SMA Al-Azhar Jambi, A­nata Intan dari SMA Ne­geri 1 Kepahiang, Safrita Aryana Harfah dari SMA Ne­geri 3 Pontianak, Zesika Salsabil Fahrizal dari SMA Negeri 1 Cidahu, Nadi Pertiwi dari SMA Negeri 2 Batang, Cantika Risna Aulia Jasmine dari SMA Negeri 18 Surabaya, Ni Kadek Dwi Julia Rahayu dari SMA Negeri 3 Tenggarong, Salsabila Nadhifah S dari SMA Ne­geri 5 Parepare, Miranti Artika dari SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu, Luh Putu Rani Nanda Iswari dari SMA Ne­geri 1 Semarapura, dan Heng­ky Silas Jonathan Kafiar dari SMK Negeri Khusus Pariwisata Papua. (uus)