BERITA UTAMA

Baru Pulang Merantau, Pria 45 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Alami Depresi Masalah Keluarga

2
×

Baru Pulang Merantau, Pria 45 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Alami Depresi Masalah Keluarga

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP— Petugas kepolisian melakukan olah TKP kecelakaan yang melibatkan tabrakan antara Honda Beat dengan Honda PCX di dekat objek wisata Air Tigo Raso di Jorong Muko-Muko, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Rabu (19/11) pukul 7.30 WIB. Penumpang salah satu sepeda motor itu tewas akibat kecelakaan itu.

PDG. PARIAMAN, METRO–Warga Kampung Tangah, Na­gari III Koto Aur Malintang Timur, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, dike­jutkan oleh penemuan seorang pria meninggal dunia dalam kondisi tergantung pada Rabu (19/11) sekitar pukul 06.30 WIB.

Kapolsek IV Koto Aur Malin­tang, Iptu Muhammad Basir, meng­ung­kapkan bahwa korban bernama Indra Jaya (45), warga setempat yang baru empat hari pulang dari perantauannya di Jepara, Jawa Tengah.

Menurut keterangan polisi, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga ketika hendak ke kamar mandi di rumah nenek korban.

“Warga terkejut melihat korban sudah tergantung di pohon alpukat di sisi kanan rumah. Setelah itu, korban diturunkan dan dilaporkan ke Polsek IV Koto Aur Malintang,” ujar Iptu Basir.

Keterangan keluarga menunjukkan bahwa korban tengah mengalami tekanan psikologis akibat masalah rumah tangga. Sejak awal 2025, istri korban diketahui telah menikah dengan pria lain, meninggalkan korban bersama tiga anak mereka.

Beberapa jam sebelum ditemukan tewas, korban menunjukkan gelagat tidak biasa. Ia beberapa kali mendatangi rumah kakak­nya untuk meminta bantuan. Pada pukul 19.00 WIB, ia meminta keponakannya menjual jam tangan miliknya karena tidak memiliki uang. Tidak lama kemudian, ia meminta di­buatkan teh manis, dan sekitar pukul 00.00 WIB serta 02.30 WIB kembali datang untuk meminta makan.

Keluarga juga menunjukkan pesan terakhir korban yang dikirimkan kepada istri dan anak-anaknya sekitar pukul 03.00 WIB, yang bernada perpisahan.

“Pesan tersebut berisi permintaan maaf dan ucapan sayang kepada anak-anaknya. Salah satu isi pesannya berbunyi, ‘Ayah sayang kalian bertiga, nak. Ayah pergi dulu ya sayang. Salam buat ibu dan suaminya.’” jelas Kapolsek.

Hasil visum luar yang dilakukan dr. Fhadila Yusra menemukan tanda-tanda khas kematian akibat gantung diri. Terdapat luka lecet tekan melingkar pada leher sepanjang 24 cm serta keluarnya cairan tubuh yang lazim pada kasus serupa. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan.

Korban diperkirakan me­ninggal kurang dari dua jam sebelum ditemukan. “Pemeriksaan awal tidak menemukan indikasi kekerasan. Keluarga menerima peristiwa ini sebagai musi­bah dan menolak dilakukan otopsi,” kata Iptu Basir.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar, mengingat korban baru saja pulang kampung sebelum insiden tragis tersebut terjadi. (ozi)