METRO PADANG

Padang Rancak Award, Raih Nilai Tertinggi, Wako Lihat Langsung RT 1 RW 4 Kelurahan Padang Pasir

0
×

Padang Rancak Award, Raih Nilai Tertinggi, Wako Lihat Langsung RT 1 RW 4 Kelurahan Padang Pasir

Sebarkan artikel ini
PENINJAUAN— Wali Kota Fadly Amran melakukan peninjauan di RT 1 RW 4 Kelurahan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat, untuk melihat langsung kondisi daerah serta ingin mengetahui animo warga dalam mengikuti Padang Rancak Award.

PADANG, METRO– RT 1 RW 4 Kelurahan Pa­dang Pasir, Kecamatan Padang Barat didatangi Wali Kota Fadly Amran, Selasa siang (18/11).  Kedatangannya tak disangka-sangka. Ada apa?

Begitu tiba di lokasi, Fadly Amran langsung berjumpa Ketua RT setempat, Untung Susanto. Setelah berbincang, Fadly Amran menyusuri Jalan Karet.

Melihat kedatangan Wali Kota, warga menyam­but­nya. Wali Kota disalami. Warga nampak senang d­i­da­tangi.

“Lai tau manga ambo kamari? (apakah tahu me­nga­pa saya ke sini?),” ta­nya Fadly Amran ke be­be­rapa ibu-ibu yang berdiri ber­kerumun.

Tak banyak yang me­nge­tahui. Semua saling bertanya-tanya. Dari sekian banyak ibu-ibu, salah seorang di antaranya me­nyeletuk.

“Lai, Lomba Padang Rancak Award (tahu, Lomba Padang Rancak Award),­” kata seorang ibu.

RT 1 RW 4 Kelurahan Padang Pasir merupakan RT dengan nilai tertinggi dalam penjurian tahap ke­dua Padang Rancak Award. RT ini meraih nilai 116,472. Tertinggi di antara tiga RT lainnya di kelurahan itu.

Wali Kota Padang sengaja mendatangi RT tersebut. Melihat kondisi daerah serta ingin mengetahui ani­mo warga dalam me­ngi­kuti Padang Rancak Award.

“Kalau tanaman iko sia yang msnyuruah mananam? Buk RW nan manyuruah? (Kalau tanaman ini siapa yang menyuruh me­nanam? Buk RW yang menyuruh?),” tanya Fadly Amran ke seorang warga.

Ibu yang ditanya pun menggeleng. Dirinya mengaku bahwa tanaman itu ditanam karena kesadaran sendiri.  “Kami nan mananamnyo pak (kami yang menanamnya pak),” aku ibu tersebut.

Fadly Amran beserta rombongan  menyampaikan rasa terimakasih kepada warga atas kepedulian dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Didampingi Kepala DLH Fadelan Fitra Masta, Camat Padang Barat Pagara, serta tim dewan juri lomba, Fadly melihat langsung antusiasme warga dalam menata lingkungan mereka.

Dalam kesempatan ter­­sebut, Fadly Amran me­ne­gaskan bahwa kompetisi ini merupakan im­ple­men­tasi nyata dari Program Padang Balomba, yang menjadi salah satu pilar Program Unggulan (Progul) Padang Juara. Ia menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah merevitalisasi nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat modern.

“Kami berharap melalui Lomba Padang Rancak Award ini, Kota Padang dapat kembali meraih Piala Adipura. Momentum ini sangat tepat karena bertepatan dengan jadwal penilaian Adipura oleh pemerintah pusat. Mudah-mudahan ikhtiar kolektif warga dan pemerintah ini membawa hasil terbaik bagi kota kita tercinta,” ujar Fadly.

Antusiasme warga terbukti dari tingginya angka partisipasi. Kepala Bidang Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan DLH Kota Pa­dang, Fuad Syukri, memaparkan data bahwa ajang ini diikuti oleh sebanyak 3.461 RT se-Kota Padang.

Saat ini kompetisi telah memasuki tahap ketiga yang krusial. Penilaian dilakukan secara objektif oleh tim juri independen yang terdiri dari unsur akademisi, praktisi media (jurnalis), dan perwakilan Pemerintah Kota Padang.

Fuad menjelaskan bahwa seleksi berlangsung sangat ketat. Dari hasil penilaian tahap I dan II, tersaring 600 RT yang berhak melaju ke tahap III.

Dari tahap III ini, nan­tinya akan dikerucutkan lagi untuk menentukan 231 pemenang tingkat kecamatan untuk kategori RT, serta 33 pemenang tingkat kecamatan untuk kategori RW, jelas Fuad.

Ia menambahkan, puncak kompetisi atau penilaian tahap IV dijadwalkan berlangsung pada 24–30 November 2025. Pada tahap pamungkas ini, dewan juri akan menetapkan juara utama dalam empat kategori bergengsi: RW Terbaik se-Kota Padang, RT Terbaik se-Kota Padang, Lembaga Pengelola Sampah (LPS) Terbaik, dan Bank Sampah Terbaik.

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras warga, Pemko Padang telah menyiapkan dana pembinaan yang signifikan. Fuad merincikan, untuk peme­nang kategori LPS dan Bank Sampah Terbaik tingkat kota, masing-masing akan diganjar hadiah sebesar Rp10 juta.

Sedangkan untuk RT dan RW terbaik di tingkat kecamatan, Juara I akan mendapatkan Rp2 juta, Jua­­ra II Rp1,5 juta, dan Juara III Rp1 juta. Hadiah ini diharapkan menjadi stimulus agar pemeliharaan ling­kungan tidak berhenti saat lom­ba usai, melainkan men­­jadi kebiasaan yang ber­kelanjutan. (oza)