PADANGPARIAMAN, METRO – Ketua KPU Padangpariaman Zulnaidi menyatakan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 22 Kenagarian Kuraitaji, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padangpariaman berjalan aman dan lancar. Zulnaidi bersama Forkompinda langsung melakukan monitoring PSU pada TPS 22 Muaro Nagari Kuraitaji. Saat tiu Kapolres, Kajari dan dandim 0308 Pariaman Letkol Heri Pujiyanto hadir dalam pelaksanaan PSU tersebut.
”Pelaksanaan PSU berjalan aman lancar, partisipasi 119 orang dari 202 Daftar Pemilih Tetap (DPT),” kata Ketua KPU Padangpariaman Zulnaidi usai pelaksanaan PSU, kemarin.
Katanya, jumlah tersebut berkurang dari partisipasi pemilih pada 17 April yang berjumlah 156 orang. Adapun hasil tanggal 17 April adalah untuk suara 01 : 6 dan 02 : 153.
Dimana partisipasi pemilih 161 dengan 2 suara tidak sah. Sementara hasil 27 April 2019 utnuk suara 01 : 8 dan 02 : 111 dengan partisipasi pemilih 119 dari jumlah DPT.
Artinya, partisipasi pemilih pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) turun sekitar 20,8 persen dari Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April lalu. “Pada 17 April lalu partisipasi pemilih 161 orang. Saat itu partisipasi pemilih mencapai 79,7 persen atau 161 orang dari 202 pemilih yang masuk ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 22 namun dari jumlah partisipasi itu hanya dua surat suara tidak sah. Sedangkan pada PSU Sabtu ini partisipasi pemilih hanya 58,9 persen atau 119 pemilih yang mengikuti pemilihan ulang itu,” ungkapnya.
Hasil penghitungan suara di TPS itu akan diteruskan ke tingkat selanjutnya untuk rekapitulasi.
Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padangpariaman menjadwalkan PSU di satu tempat TPS untuk pemilihan presiden pada 27 April.”Pemungutan ulang tersebut yaitu di TPS 22 di Nagari Kurai Taji Kecamatan Nan Sabaris dengan jumlah DPT 202 orang,” katanya.
Adapun jelas Zulnaidi yang telah dua kali periode menjadi komisioner KPU Padangpariaman itu menyatakan, pemungutan ulang tersebut merupakan rekomendasi dari Pengawas TPS melalui Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) yang menemukan ada enam warga Jambi yang memilih di TPS itu. “Enam warga tersebut tidak masuk ke DPT dan daftar pemilih perubahan atau tidak memiliki A5,” tandasnya Zulnaidi mengakhiri. (efa)





