LIMAPULUH KOTA, METRO–Smartboard berukuran besar yang merupakan bantuan Pemerintah Pusat dalam mewujudkan revitalisasi dan digitalisasi, telah dimanfaatkan sekolah di Kabupaten Limapuluh Kota, bahkan Presiden Prabowo secara resmi telah meluncurkan Smartboard untuk proses belajar mengajar.
Di Kabupaten Limapuluh Kota, Smartboard berdampak positif pada Proses belajar mengajar, sebab selain kaya dengan bahar ajar, Smartboard berukuran besar tersebut juga menampilkan video yang menjadi saya tarik peserta didik disetiap proses belajar mengajar.
Hal tersebut diungkapkan Guru Kelas IV di UPTD SDN 01 Sarilamak, Meri Hargayanti. Menurutnya peserta didik (Murid) juga lebih bersemangat dibandingkan sebelumnya adanya Smartboard.
“Iya, dengan menggunakan Smartboard/Smart TV, guru lebih mudah menyampaikan materi sebab bisa disampaikan melalui visual, murid lebih tertarik karena materi yang disampaikan bisa dilihat dan didengar. Dan yang terpenting, banyak bahan ajar yang bisa diakses guru,”ucapnya.
Ia juga mengatakan, proses belajar mengajar mengajar menggunakan Smartboard sesuai dengan kemajuan zaman dan teknologi.
“Proses belajar mengajar menggunakan Smartboard sesuai kemajuan zaman, banyak aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan. Interaksi dengan anak lebih maksimal,” tutupnya.
Sementara Kepala UPTD SDN 01 Sarilamak, Fitria juga sangat apresiasi dengan bantuan Smartboard dari Pemerintah melalui Program Presiden. Ia berharap kedepannya, jumlah bantuan bisa lebih ditingkatkan, sebab dengan jumlah rombongan belajar (Rombel) atau kelas yang mencapai belasan, dengan adanya satu Smartboard dinilai kurang.
“Kita sangat apresiasi dengan berbagai program Prioritas untuk masyarakat, khususnya peserta didik dari bapak Presiden Prabowo. Selain MBG dan CKG, kini ada Smartboard,” ucap Fitria.
Smartboard yang diberikan satu persekolah mampu menembus dinding sekolah dalam proses belajar mengajar.
“ Di sekolah kita sudah beberapa bulan lalu menggunakan Smartboard atau Smart TV, dampaknya sangat luar biasa, sebab Smartboard tidak hanya sekadar papan tulis dan pembelajaran dalam kelas, namun mampu melompati atau menembus dinding kelas yang mampu menambah wawasan guru dan murid,”ucapnya.
Fitria juga mencontohkan, saat murid belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), murid tidak hanya belajar didalam kelas, namun juga berpetualang.
“Sebagai contoh, saat belajar IPA, anak-anak bisa berpetualang menggunakan Smartboard menggunakan jaringan internet. Harapan kita tentu kedepannya adanya penambahan Smartboard, sebab satu sekolah hanya diberi satu Smartboard, sedangkan jumlah rombel kita mencapai belasan,” sebutnya. (uus)






