AGAM, METRO–Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar Seminar Nasional dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional di UIN Syech Jamil Jambek, Kubang Putih, Selasa (18/11).
Mengusung tema “Konsistensi Perlindungan Hukum Guru Menuju Pendidikan yang Bermutu”, kegiatan ini juga dirangkai dengan peluncuran buku digital sebagai langkah meningkatkan literasi serta mendorong inovasi pendidikan di Kabupaten Agam.
Bupati Agam, yang diwakili Asisten II sekaligus Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Andrinaldi, secara resmi membuka seminar tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan peran vital PGRI sebagai lembaga advokasi yang mendampingi para guru dalam menghadapi beragam tantangan profesi.
“Jika ada persoalan atau kendala dalam menjalankan tugas, sampaikan melalui PGRI. Organisasi ini hadir untuk membantu dan memperjuangkan kepentingan guru,” ujar Andrinaldi.
Ia juga menekankan pentingnya pembenahan data Dapodik sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Sinkronisasi data, menurutnya, akan menentukan jenis dan besaran bantuan yang dapat diperoleh sekolah maupun tenaga pendidik dari pemerintah daerah dan pusat.
“Melalui PGRI, mari bersama-sama memperbaiki dan memastikan validitas Dapodik. Data yang akurat sangat mempengaruhi akses bantuan dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan,” tambahnya.
Seminar nasional ini diharapkan menjadi ruang penguatan kompetensi bagi tenaga pendidik, sekaligus memperkokoh komitmen terhadap perlindungan profesi guru. Sementara itu, peluncuran buku digital menjadi simbol transformasi pendidikan di Agam menuju era yang lebih inovatif, inklusif, dan berdaya saing.
“Kita berharap kegiatan ini memberi manfaat besar, meningkatkan kualitas kita semua, serta memperkokoh dedikasi para guru dalam membangun pendidikan yang bermutu,” tutup Andrinaldi. (jpg)





