AIAPACAH, METRO–Wali Kota Padang, Fadly Amran, memimpin rapat pembahasan dan finalisasi rencana kerja pengelolaan Kawasan Kota Tua Padang di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Aie Pacah, Senin (17/11).
Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, sejumlah pimpinan OPD terkait, pembina dan pengurus Forum Pengelola Kota Tua Padang, serta perwakilan komunitas etnis yang bermukim di kawasan bersejarah tersebut.
Dalam rapat itu, Fadly Amran yang juga menjabat Ketua Forum Pengelola Kota Tua Padang, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk mempercepat pengembangan dan revitalisasi kawasan Kota Tua.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai sejarah penting dan potensi ekonomi yang perlu dikelola secara terpadu.
“Kita bertekad menciptakan kawasan Kota Tua yang tertata, hidup, sekaligus menjadi magnet wisata dan pusat ekonomi kreatif,” ujar Fadly.
Ia menjelaskan bahwa Pemko Padang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memulai penataan kawasan. Langkah tersebut meliputi perbaikan tata ruang, pelestarian bangunan bersejarah, pelibatan sektor swasta, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Upaya ini dirancang agar revitalisasi tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan, tapi juga memberikan ruang bagi berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kunci keberhasilan revitalisasi Kota Tua adalah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus bergerak bersama. Dengan sinergi itu, kita tidak hanya menghidupkan kawasan Kota Tua, tetapi juga potensi ekonominya,” tambahnya.
Fadly menyampaikan bahwa pada akhir tahun ini Pemko Padang akan mulai melakukan pengelolaan awal di kawasan Kota Tua. Langkah tersebut termasuk memfasilitasi masyarakat agar proses penataan berjalan sesuai masterplan yang telah disusun.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan warga sekitar sangat penting untuk memastikan pembangunan berlangsung selaras dengan kebutuhan sosial dan budaya setempat.
“Kita juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait penyusunan guideline pengembangan Kota Tua agar seluruh proses revitalisasi tetap memenuhi prinsip pelestarian dan keberlanjutan,” ujar Fadly.
Ia berharap langkah-langkah yang disiapkan Pemko Padang dapat membawa dampak signifikan terhadap penguatan identitas sejarah kota.
Selain itu, revitalisasi diharapkan mampu mendorong lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dengan langkah-langkah ini, semoga kawasan Kota Tua menjadi destinasi unggulan yang memperkuat identitas sejarah kota, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkasnya. (ren/rel)






