AGAM/BUKITTINGGI

200 Kader Posyandu Agam Dibekali SPM, Pemerintah Dorong Layanan Dasar Lebih Responsif

1
×

200 Kader Posyandu Agam Dibekali SPM, Pemerintah Dorong Layanan Dasar Lebih Responsif

Sebarkan artikel ini
NARASUMBER— Ketua TP-PKK Agam, Ny. Merry Benni Warlis menjadi narasumber kegiatan pembekalan implementasi (SPM) bagi Kader Posyandu se-Kabupaten Agam yang digelar di Ballroom Hotel Sakura Syariah, Kecamatan Lubuk Basung, Senin (17/11).

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelayanan dasar di tingkat nagari melalui kegiatan pembe­kalan implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi kader posyandu se-Kabupaten Agam. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Sakura Syariah, Kecamatan Lubuk Basung, Senin (17/11).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP-PKK Agam, Ny. Merry Benni Warlis, hadir sebagai salah satu dari 12 narasumber yang memberikan pemahaman mendalam mengenai pen­tingnya peran kader dalam menggerakkan pemenuhan enam bidang SPM di tengah masyarakat.

Ny. Merry menegaskan bahwa SPM bukan sekadar dokumen aturan, melainkan standar layanan dasar yang wajib diterima seluruh warga, terutama kelompok rentan se­perti ibu hamil, balita, anak, dan lansia.

Ia menjelaskan bahwa kader posyandu memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan yang berhubungan langsung de­ngan kebutuhan dasar ma­syarakat di nagari.

Baca Juga  Proses Belajar Mengajar Tatap Muka Aman

“Enam bidang SPM—pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masya­rakat, hingga bidang so­sial—semuanya bersinggungan dengan tugas ka­der. Kader posyandu bukan hanya mengurus timbang bayi, tetapi turut memastikan masyarakat memperoleh layanan dasar yang menjadi hak mereka,” je­lasnya.

Pembekalan tersebut diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari kader posyandu nagari dan Kasi PMN kecamatan se-Kabupaten Agam.

Ny. Merry berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan ka­pasitas kader dalam memahami peran posyandu sebagai pendukung utama pelaksanaan SPM di lapa­ngan. Mulai dari penyuluhan pendidikan keluarga, deteksi dini kesehatan, pemanfaatan infrastruktur layak, hingga penanganan masalah sosial serta kondisi darurat di komunitas.

Ia turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengimplementasikan SPM. Terdapat 12 OPD yang terlibat dalam pelaksanaan SPM, di antaranya:

Baca Juga  Banjir Bandang Rusak 100 Herktare Lahan Pertanian

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Arsip dan Perpustakaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Ling­kungan Hidup, Satpol PP dan Damkar, BPBD, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Sosial, serta Bagian Hukum.

Sinergi tersebut diha­rapkan mampu memper­kuat pelayanan dasar yang lebih terpadu dan responsif di tingkat nagari.

“Ketika semua OPD ber­gerak bersama, kader posyandu tidak berjalan sendirian. Mereka memiliki ruang koordinasi untuk melaporkan persoalan, meminta pendampingan, dan memperoleh solusi cepat. Inilah wujud nyata pemerintahan yang hadir di tengah masyarakat,” ujar Ny. Merry.

Melalui pembekalan ini, ia kembali berharap kader posyandu semakin siap menjadi motor penggerak pelayanan dasar yang ber­kualitas, manusiawi, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat di seluruh nagari. (pry)