PADANG, METRO–Hujan deras dan angin kencang melanda wilaya Kota Padang sejak Senin (17/11) pagi. Akibatnya, satu pohon trambesi berukuran besar tumbang di jalan Irigasi, Kelurahan Kepala Koto, Kecamatan Pauh, sekitar pukul 12.00 siang.
ýTidak hanya menghambat akses irigasi, namun pohon trambesi juga menyebabkan satu warga mengalami luka serius. Korban diketahui bernama Andika Insanul Saputra (31), warga Taruko 1, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji.
ýKepala Seksi Bina Potensi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Suwondo mengatakan, korban mengalami luka serius akibat musibah tersebut. Korban langsung dirujuk dan menjalani operasi di Rumah Sakit Universitas Andalas untuk mengobati tulang bahunya yang mengalami patah.
“Musibah tersebut terjadi pada pukul 12.00 WIB, korban saat itu melewati jalan irigasi, Kelurahan Kapalo Koto. Hujan deras disertai badai mengakibatkan pohon trembesi setinggi 40 meter tumbang dan menimpa tubuh korban,” ujarnya.
Suwondo menjelaskan, menanggapi musibah tersebut, Tim Respon Cepat Satpol PP Kota Padang dengan dukungan peralatan BPBD telah mengevakuasi pohon tumbang yang sempat menghambat akses irigasi air Kelurahan Kapalo Koto tersebut. Sementara korban, Andika dievakuasi ke Rumah Sakit Universitas Andalas untuk mendapat perawatan medis.
“Saat ini korban sedang menjalani operasi di RS Unand. Seluruh unsur terkait tanggap darurat sudah mengevakuasi material pohon tumbang dari lokasi tersebut,” kata Suwondo.
Sementara sejak Senin siang, ýýtim gabungan yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Satlinmas, BKO Pauh. Kasi Trantib Kecamatan Pauh, Babinsa, Dubalang, RT/RW dan tokoh masyarakat setempat melakukan pemotongan batang pohon, pembersihan material, dan memastikan area kembali aman.
Sebelumnya, BPBD Kota Padang telah menetapkan status waspada dampak cuaca esktrem menyusul imbauan peringatan cuaca dari BMKG Stasiun Minangkabau. Sebagian besar wilayah Kota Padang diprakirakan diguyur hujan lebat disertai petir.
“Di samping itu, BMKG Stasiun Maritim Teluk Bayur juga memperingatkan potensi hujan sedang yang berpotensi meningkatkan pasang surut air laut di wilayah pesisir Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai. Peringatan tersebut berlaku hingga hingga 21 November 2025 mendatang,” kata Suwondo.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Al Banna, kemarin membenarkan pohon tumbang dan menyebabkan seorang warga harus dirawat di RS Unand.
“Pohon trambesi berukuran panjang sekitar 40 meter tumbang di jalan Irigasi. Pohon tumbang menyebabkan irigasi di sana terhambat. Namun, petugas gabungan dengan cepat melakukan evakuasi,” kata Al Banna.
BPBD Kota Padangm katanya mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. “Warga untuk tetap tenang dan mewaspadai perubahan cuaca mendadak seperti hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, menghindari beraktivitas di ruang terbuka saat hujan petir, serta menjauhi pohon besar dan bangunan rapuh,” ungkap Al Banna.
Di sisi lain, BPBD meminta jika ada bencana dan lainnya, warga diminta segera melapor melalui Call Center Padang Sigap 112 atau PUSDALOPS-PB BPBD Kota Padang jika menemukan kondisi darurat. Kemudian, Layanan Masyarakat BPBD Kota Padang: Call Center Padang Sigap: 112, Nomor Pengaduan BPBD: (0751) 778775, dan WhatsApp: 0858 9152 2181.
Selain itu, Al Banna mengimbau warga yang bermukim di daerah rendah atau lereng bukit diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor.
“Menyiapkan tempat khusus untuk menyimpan surat-surat berharga, pakaian, obat-obatan, dan uang tunai yang mudah dibawa sebagai tas siaga bencana,” pungkasnya. (rom)





