PAYAKUMBUH, METRO –Dukung pembinaan generasi muda, khususnya dalam mewujudkan penghafal Al-Quran di Kota Payakumbuh, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tanjung Pati, memberikan bantuan tangki air serta bahan pertukangan bagi Rumah Tahfidz Jannatul Firdaus di Kelurahan Tigo Koto Diateh (Kaniang Bukik) Kecamatan Payakumbuh Utara yang tengah dalam tahap pembangunan ruang belajar.
Bantuan tangki air dan bahan pertukangan itu diserahkan langsung Kalapas Kelas II B Tanjung Pati, Elfiandi didampingi sejumlah Staf Senin (17/11). Selain mendukung upaya untuk mewujudkan generasi penghafal Al-Quran dan menjauhkan generasi muda dari berbagai hal negatif, bantuan itu juga sekaligus merupakan rangkaian peringatan Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan ke-1 tahun 2025.
Kalapas berharap bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat diluar LAPAS itu, bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, sehingga kedepannya akan lahir generasi muda yang cerdas, berkualitas serta memiliki iman dan tagwa.
“Alhamdulillah hari ini kita serahkan bantuan tangki air dan bahan pertukangan untuk rumah Tahfidz Jannatul Firdaus. Selain. Dalam rangkaian Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (IMIPAS) ini juga bentuk kepedulian kita terhadap generasi muda, khususnya di Kota Payakumbuh,” sebut Kalapas didampingi Kasi Binapi Giatja, Agung Lestara dan Kasiminkamtib, Taufiqurrahman.
Lebih lanjut Kalapas menyebutkan, saat ini di Lapas yang ia bina terdapat ratusan Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) berusia muda dan masih produktif yang tersandung berbagai perkara pidana. Dengan dukungan yang diberikan terhadap rumah tahfidz, diharapkan kedepannya jumlah generasi muda yang tersandung perkara pidana bisa berkurang. “Mudahan apa yang dilakukan pengelola rumah rumah Tahfidz Jannatul dapat mencegah generasi muda dari berbagai hal negatif, sehingga mereka tidak dipidana/dipenjara,” tutup Elfiandi.
Sementara pengelola Rumah Tahfidz Jannatul Firdaus, Dt. Majo Sati menyebutkan bahwa dirumah Tahfidz tersebut terdapat puluhan peserta didik yang belajar berbagai ilmu agama. “Ada tiga program disini, pertama tahfidz atau penghafal Al-Quran, kedua pembinaan imam serta ketiga pembinaan khatib Jum’at. Selama ini kita memang terkendala banyak hal, dan Alhamdulillah secara perlahan kita atasi dengan adanya bantuan dari berbagai pihak,” ucapnya. Dt. Majo Sati juga menambahkan, mereka yang dibina di Rumah Tahfidz Jannatul Firdaus tidak dikenakan biaya. “Gratis, mereka tidak dikenakan biaya. Kami juga ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan pihak LAPAS,” ungkapnya. (uus)






